Pendidikan Kesetaraan Terus Berinovasi

CILEGON, (KB).- Founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ginau, Hikmatullah mengatakan, Pendidikan kesetaraan (non formal) terus berinovasi dalam pemberdayaan masyarakat, seperti memberikan keterampilan pada peserta didiknya.

“Pendidikan kesetaraan, selain memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, juga memberikan keterampilan (skill) sehingga setelah lulus mereka bisa berwirausaha,” kata Hikmatullah, kepada Kabar Banten, Jumat (15/5/2020).

Lulusan pendidikan kesetaraan, kata dia, juga dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri. Banyak alumni dari pendidikan kesetaraan menjadi wirausaha, ataupun pekerjaan sesuai dengan bidangnya masing masing.

Ia mengatakan, pendidikan non formal memiliki hak yang setara dengan pendidikan formal, untuk ikut serta dalam mencerdaskan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.

“Pendidikan non formal sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan sekolah, seperti Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) mereka juga sudah menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) bagi peserta didik yang tidak memiliki waktu untuk tatap muka langsung di kelas,” ujar Hikmatullah.

Ia mengatakan, tutor belajar pendidikan kesetaraan memiliki empat kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Tutor harus memiliki kemampuan mengembangkan tanggung jawab, melaksanakan peran dengan baik, berusaha untuk mencapai tujuan pendidikan serta melaksanakan perannya dalam pembelajaran di kelas.

“Guru juga harus mampu mengembangkan kurikulum, dan memanfaatkaan teknologi dan informasi untuk kepentingan pendidikan,” ujar Hikmatullah. (DE)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here