Selasa, 19 Juni 2018

Pendidikan Karakter di Pesantren

Pendidikan menjadi aspek penting untuk keberhasilan pembangunan dan majunya suatu bangsa, serta sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil, handal, dan mampu bersaing dalam era globalisasi sekarang ini.

Sekolah sebagai lembaga dan sarana pendidikan terus berbenah dalam sistem dan kurikulum untuk menciptakan lulusan yang cerdas dan memiliki daya saing dengan lulusan-lulusan dari sekolah lain. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang dapat dilakukan didalam lingkungan sekolah ataupun luar sekolah.

Pada pendidikan formal melalui sekolah-sekolah formal yang berorientasi akademis dan menitik beratkan kepada pendidikan saintek dan ilmu sosial yg dinilai sudah mempuni tersebut, masih banyak orang tua yang memberikan pendidikan tambahan kepada anaknya, salah satunya berupa pendidikan agama, akhlak, dan pendidikan karakter dengan memasukan anaknya kedalam pesantren atau bisa disebut pondok dengan murid yang disebut santri.

Pendidikan juga merupakan gerbang menuju kehidupan yang lebih baik, dengan seseorang memiliki pendidikan maka orang tersebut dapat membuat kehidupannya menjadi lebih baik.
Sasaran dari pendidikan sendiri adalah manusia, pendidikan bermaksud untuk membantu peserta didik untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi kemanusiaannya.

Di Indonesia pemerintah meluncurkan program Pendidikan Karakter, program ini diluncurkan oleh Presiden di Istana Negara pada tahun 2010. Kementerian pendidikan menilai pentingnya pembangunan karakter dalam pendidikan. Siswa dengan karakter yang kuat pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan nasional. Beberapa karakter yang hendak dibangun berkaitan dengan nilai umum yang diterima masyarakat, antara lain kejujuran, disiplin dan kebersihan. Adapun karakter yang bersifat kearifan local tetap diakomodasi melalui pendidikan spesifik di tiap daerah.

Mendiknas Muhammad Nuh menegaskan bahwa pendidikan karakter itu ibarat basis bilangan dalam matematika. Mendiknas mengingatkan pentingnya pengembangan karakter pribadi sebagai basis untuk mencapai sukses. Meski dianggap penting dan sering didengungkan, sampai sekarang tidak ada wujud nyata berupa kebijakan dalam dunia pendidikan berkaitan dengan pendidikan karakter.

Dalam pembentukkan karakter Prof. Dr. Quraisy shihab mengatakan bahwa “Jati diri manusia sebagai makhluk sempurna terletak pada pembentukkan karakternya berdasar keseimbangan antar unsur-unsur kejadiannya, yang dicapai melalui pengembangan daya-daya yang dianugerahkan tuhan (2009). Upaya untuk membentuk karakter individu diawali dari pemahaman tentang diri manusia sebagai manusia yang utuh.

Nilai yang ada di dalam pendidikan karakter, menurut Lickona (1992) menekankan pentingnya tiga komponen karakter yang baik yaitu, moral knowing atau pengetahuan tentang moral, moral feeling atau perasaan tentang moral, dan moral action atau perbuatan bermoral. Dengan demikian pendidikan karakter tidak akan berhasil tanpa nilai moral yang menjadi basis pendidikan nilai.

Pesantren adalah lembaga pendidikan non formal. Kegiatan yang bisa dilihat dari pesantren yaitu: 1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 2. Pengembangan keilmuan yang bermanfaat. dan 3. Pengabdian kepada agama, masyarakat dan Negara. Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, sehingga pesantren memiliki posisi bagus yang mengawali adanya pendidikan karakter.
Eksistensi pesantren di masa saat ini yang penuh dengan modernisasi dapat membantu berjalannya proses pendidikan baik itu pendidikan moral maupun sosial sehingga tak jarang pesantren menjadi tonggak penting dalam tingkat moralitas santri yang ada didalam pesantren tersebut, karena faktanya pesantren akan mencetak generasi muda yang mempunyai pembentukan mental religius.

Meskipun sekarang ini dalam dunia pendidikan sudah banyak yang terbaru, tetapi dalam pesantren masih tetap menerapkan pendidikan tradisional yang mempertahankan kajian kitab kuning yang diajarkan langsung oleh kiyai yang ada di pesantren tersebut. Pada nyatanya pendidikan tradisional tidak mampu menyaingi kualitas pendidikan modern yang tebaru, meskipun begitu para santri masih tatap mampu bersaing dalam dunia modern ini, walaupun mereka masih menerapkan pendidikan tradisional, kemampuan para santri bersaing di dunia pendidikan yang modern ini tergantung dari bagaimana keyakinan, keikhlasan dan kemauan santri tersebut untuk menerima pengetahuan-pengetahuan baru yang lebih modern ini.

Menurut salah satu santri pesantren memiliki filosofi tersendiri, yaitu miniatur kehidupan sosial, dimana kita sebagai seorang santri harus dapat berbaur dan saling berintraksi baik kepada sesama santri, lingkungan dan masyarakat. Selama dalam pesantren beliau berkata bahwa banyak sekali pembelajaran yang dapat mempengaruhi dirinya sendiri, yang awalnya tidak disiplin dalam menjalankan ibadah shalat kemudian ketika masuk pesantren menjadi lebih disiplin terhadap waktu sholat, lalu menjadi lebih mandiri, mengetahui ilmu agama lebih dalam, tata cara berakhlakul karimah dan masih banyak lagi yang didapatkan dalam lingkungan pesantren.

Nilai-nilai yang di ajarkan selama berada di dalam lingkungan pesantren yaitu bersikap ta’dzim, yang memiliki arti bahwa kepada guru harus selalu menghormati, kemudian diajarkan untuk bermoral dan beretika yang baik kepada sesama santri, saling menghargai sesama dan juga orang yang lebih tua, sopan santun, bersikap sederhana tidak berlebih-lebihan dan harus selalu patuh kepada peraturan pesantren.

Makna pesantren bagi beliau adalah tempat menuntut ilmu agama yang baik, tetapi tidak hanya ilmu agama saja yang di ajarkan dalam pesantren, ilmu-ilmu sosial yang ada di dalam masyarkat juga terkadang diajarkan. Maka dari itu pendidikan yang ada dalam pesantren dapat berpengaruh terhadap kebiasaan-kebiasaan seseorang, sehingga dia dapat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. (Reva Febrianti/mahaiswa 
Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)*


Sekilas Info

“Mengapa Bertakbir”

Gemuruh alunan takbir merambah ke setiap peloksok dan setiap jengkal bumi Allah, di pasar pasar, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *