Penderita TBC Bertambah

CILEGON, (KB).- Jumlah Penderita penyakit TBC (Tuberculosis di Kota Cilegon tiap tahun bertambah. Berdasarkan data tahun 2016 tercatat penderita sebanyak 1054 orang, namun ditahun 2017 naik menjadi 1321 orang. Sekda Cilegon Sari Suryati saat memperingatan Hari TBC sedunia yang berlangsung pada Kamis, (29/3/2018) mengatakan, salah satu faktornya adalah minimnya pengetahuan kesehatan dan penyakit menular seperti TBC.

“Faktor kenaikan penderita penyakit TBC itu diantaranya adalah minimnya pengetahuan tentang kesehatan terutama penyakit TBC. Apa yang harus dilakukan oleh penderita, kemudian bagaimana,dana pa saja,” katanya. Selain minim pengetahuan kesehatan, kata Sari Pola Hidup Bersih dan Sehat juga kurang, padahal pemerintah tidak henti-hentinya terus berusaha menurunkan angka penyakit menular tersebut,sehingga tercipta salah satu visi Kota Cilegon yakni Cilegon Sehat.

“Pemkot Cilegon saat ini terus berupaya menurunkan angka penderita penyakit menular termasuk TBC. Berbagai program kesehatan terus dilakukan untuk menyongsong visi Cilegon sehat.Dan kami juga akan terus mewujudkan hal itu,” ujarnya. Ia menuturkan, penyakit TBC adalah penyakit menular. Kasus TBC dari tahun ke tahun semakin meningkat, menurutnya, itu menunjukkan bahwa TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia termasuk di Kota Cilegon.

“Ini adalah masalah bersama, maka saya meminta dukungan serta keterlibatan semua pihak dalam pengendalian TBC di Kota Cilegon, termasuk di Kelurahan Bagendung yang sudah memiliki Unit Kesehatan Kerja(UKK) Cakar Bumi, yang bekerjasama dengan Puskesmas Cilegon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon dr. Arriadna mengatakan, penderita penyakit TBC di Indonesia No 5 terbanyak di dunia. “Tahun 2010 Indonesia masih diposisi 5,namun saat ini beranjak ke posisi 2 dan ini bukan saja Kota Cilegon. Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan, pelatihan kader,dokter swasta dan lainnya,termasuk pemulung,” ujarnya.

Salah satu faktormya, menurut dia, minimnya pengetahuan tentang penyakit menular termasuk TBC,dimana kalau tinggal serumah itu bisa tertular. Bahkan ada penderita yang tidak mau berobat. Artinya kesadaran masyarakat yang mau sehat masih minim.(HS)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here