Senin, 25 Juni 2018

Pendaki Dadakan Diperingatkan Keras tak Naik Gunung Ciremai di Malam Tahun Baru

KUNINGAN, (KB).- Seperti sudah tradisi, pada malam pergantian tahun, jumlah pendaki ke Gunung Ciremai selalu meningkat. Para pendaki, dengan kesiapan matang maupun tidak, meminati suasana di puncak gunung saat malam tahun baru. Menyikapi itu, Pelaksana Harian Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Mufrizal, mengingatkan kepada para pengelola setiap jalur pendakian lebih ketat menjaga kemanan jalur. Dengan memerhatikan kondisi dan kesiapan para pendaki di jalurnya masing-masing.

“Pastikan dari sekarang, kondisi jalur pendakian layak dan aman untuk pendaki. Kemudian, periksa dan pastikan setiap pendaki memakai pakaian serta perlengkapan layak untuk mendaki gunung. Jika tidak, jangan dibiarkan lolos nekat mendaki Ciremai, terlebih sekarang sedang musim hujan berpotensi terjadi cuaca buruk di gunung,” ujar Mufrizal, kepada “PR”. Dulu, ujarnya lebih lanjut, pendaki dadakan masih bisa lolos. “Sekarang tidak boleh ada lagi pendaki abal-abal dibiarkan nekat mendaki Gunung Ciremai,” ujarnya.

Pendaki abal-abal dimaksud, tuturnya, adalah pendaki tanpa perlengkapan layak untuk mendaki gunung. Misalnya, hanya mengenakan pakaian dan alas kaki asal-asalan atau tidak layak untuk mendaki gunung. Pendaki dadakan sering tidak membawa logistik dan perlengkapan memadai seperti di antaranya tenda, jas hujan, obat-obatan probadi, serta perlengkapan standar lainnya.

Untuk mencegah lolosnya pendaki abal-abal pada masa-masa keramaian pendaki momentum tahun baru pekan depan, Mufrizal menyatakan BTNGC akan menurunkan petugas dan polisi hutan BTNGC. Untuk mengawasi dan mengecek para pendaki yang hendak berangkat mendaki di setiap pos pendaftaran pendaki, semua jalur pendakian Ciremai.

“Bila perlu ransel para pendaki atau rombongan pendaki yang telihat kurang memadai, kami bongkar dan periksa isinya. Logistik dan perlengkapannya memadai tidak untuk menempuhi pendakian Gunung Ciremai? Pokoknya pendaki Ciremai pada momentum tahun baru juga pada hari-hari kapan pun,sekarang harus lebih tertib memenuhi standar keselamatan pendaki,” katanya.

Persiapan ekstra 

Di tempat terpisah, Ketua Pengelola Pendakian Gunung Ciremai jalur Palutungan Diding Sukmana, menyatakan, menghadapi momentum malam tahun baru 2018, PPGC bersama Tim Ranger Jalur Palutungan telah melakukan berbagai persiapan ekstra. Pasalnya setiap momentum tersebut, jalur Palutungan dalam beberapa tahun terakhir termasuk jalur pilihan sebagian besar pendaki tahun baruan di Gunung Ciremai.

“Persiapan lapangan yang telah kami lakukan di antaranya pembenahan dan perbaikan bagian-bagian jalur, pembagian tugas anggota PPGC dan Ranger untuk pengawasan jalur dan kondisi pendaki. Selain itu, mulai tanggal 30 Desember 2017 sampai dengan tanggal 1 atau mungkin sampai tanggal 2 Januari 2018, kami juga akan menempatkan tim Ranger piket 24 jam di Pos Cigowong (di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut),di Pos Pasanggrahan (2.500 mdpl), dan juga di kawasan puncak (3.078 mdpl),” kata Diding Sukmana.

Menanggapi permintaan dari pihak BTNGC tersebut tadi, Diding Sukamana, menyatakan, sejak memasuki musim hujan ini PPGC Palutngan telah menerapkan pengawasan lebih ketat baik terhadap pendaki, kondsi jalur dan cuaca di gunung.

“Sehubungan pada musim hujan sering terjadi cuaca ekstrem, kami juga agak rewel kepada pendaki. Maksud rewel itu, setiap pendaki kami cek bekl dan perlengkapannya Kalau kurang memenuhi syarat, kami tahan dulu dan kami sarankan melengkapinya dulu,” kata Diding.

Sementara itu, berdasakan catatan “PR”, gunung berapi tertinggi di Jawa Barat itu, setiap momentum tahun baru dan Hari Ulang Tahun kemerdekaan RI, selalu menjadi salah satu gunung tinggi buruan ribuan pendaki. Puncak gunung berapi di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka itu, bisa ditempuh melalui empat jalur pendakian.

Keempat jalur pendakian menuju puncak gunung tersebut, tiga di antarnya berada di wilayah Kabupaten Kuningan Terdiri atas jalur Linggarjati di Desa Linggajati dan jalur Linggasana di Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, serta jalur Palutungan, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Satu jalur di Kabupaten Majalengka, adalah jalur Apuy dengan pintu masuk di Desa Argapura, Kecamatan Argalingga.(PRLM/KC Online)***


Sekilas Info

Komisi V DPR RI Pertanyakan Peresmian Bandara Internasional Jawa Barat di Majalengka

CILEGON, (KB).- Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mempertanyakan sikap pemerintah yang cenderung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *