Sabtu, 20 Oktober 2018

Pendaftar CASN di Kota Cilegon Capai 2.512 Orang

CILEGON, (KB).- Menjadi pejabat Aparatur Sipil Negara nampaknya masih menjadi harapan. Hal ini terbukti dari banyaknya pendaftar Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kota Cilegon. Menurut data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, jumlah pendaftar CASN di Kota Cilegon mencapai 2.512 orang.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Pembinaan Kesejahteraan, dan Administrasi (P3KA) pada BKPP Kota Cilegon, Lela Surlelah, mengatakan jumlah tersebut, akan terus bertambah, mengingat masih ada waktu beberapa hari ke depan hingga sampai penutupan pendaftaran. Karena pendaftaran CASN berakhir 15 Oktober 2018.

Lela menuturkan, setelah sampai tanggal 15 Oktober 2018, pihaknya akan melakukan verifikasi data seluruh pelamar CASN yang sudah masuk dan melakukan entry data. Hal itu dilakukan karena sesuai dengan jadwal tahapan.

“Setelah dilakukan verifikasi, maka kami akan kirim data-data pelamar tersebut, ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat untuk di verifikasi ulang, dan menentukan tanggal dan lokasi tes,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya, kata dia, setelah dilakukan verifikasi yang akan dihadapi para peserta CASN adalah Test Intellijensi Umum (TIU) , Test Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Test Karakteritis.

“Setelah lulus dari verifikasi pusat, para peserta bersiap  akan dilakukan tes seperti TIU, TWK, dan Karakteritis yang akan dikerjakan melalui komputerisasi atau sistem CAT (Computer Assisted Test),” tuturnya.

Sejumlah pelamar CASN mengaku, ketertarikan menjasi ASN selain dapat merubah kesejahteraan juga ada gaji pensiun. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan keseharian. Salah satu pelamar Eni asal Citangkil mengatakan, menjadi ASN adalah idaman setiap orang.

“Jujur saja, semua orang mendambakan menjadi ASN dan sudah bukan rahasia umum lagi selain gaji juga mendapat tunjangan dan dana pensiun, itu menjadi jaminan,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Zein, menurutnya menjadi seorang ASN adalah cita-cita sejak kecil, dimana ia mengagumi sosok guru yang dinilainya adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Hal itulah yang mendorong dirinya mengikuti seleksi CASN.

“Kuota untuk guru jumlahnya lumayan, kenapa jadi guru, karena saya ingin mengabdi, dan keinginan menjadi CASN bidang guru menginspirasi saya karena memang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” katanya.

Disinggung mengenai banyaknya jumlah pelamar yang mencapai ribuan, Zein mengaku hal itu tidak menjadi masalah, selagi prosedur dan mekanisme ditempuh. Mengingat, selama ini kata dia proses seleski CASN menggunakan sistem komputer.

“Rejeki, Jodoh dan Mati ada ditangan gusti Allah, kalau saya lolos, artinya milik saya, dan kalaupun belum berarti bukan rejeki saya,” ucap Zein. (HS)*

 


Sekilas Info

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Cilegon Siap Fasilitasi Pekerja Non Formal

CILEGON, (KB).- Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon Bayu Panatagama, mengatakan, guna menekan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *