Pencemaran Sungai Ciujung, Pemkab Serang Kesulitan Temukan Pelaku

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang masih kesulitan untuk mengatasi pencemaran di aliran Sungai Ciujung. Hal tersebut dikarenakan perusahaan yang membuang limbah cairnya ke aliran sungai tersebut, saat kemarau sering kucing-kucingan.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, untuk mengenai masalah pencemaran hingga saat ini masih belum ada solusi. Pihaknya kesulitan untuk mencari siapa sebenarnya perusahaan yang nakal dan sering membuang limbah saat kemarau.

“Yang bisa kami lihat Ciujung item aja, perusahaan mana yang buang itu susah membuktikannya,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (4/7/2019).

Padahal, ujar dia, Pemkab Serang sudah memberikan peringatan kepada perusahaan. “Ketika di peringatkan sepi, tapi sudah itu begitu lagi nakal,” ucapnya.

Menurut dia, satu-satunya upaya, agar bisa menangkap basah pelaku tersebut, yakni dengan nongkrong di sekitar aliran sungai. “Ditongkrongin, itu harusnya siapa pembuang ketika kemarau dia buangnya malam,” tuturnya.

Ia berjanji jika perusahaan tersebut tertangkap dan terbukti, pemkab tak akan segan untuk memberikan sanksi berupa pencabutan izin usaha. “Harus ada sanksi dicabut izin usahanya kalau ketemu mah. Yang susah itu membuktikannya, tapi kenyataannya Ciujung item. Kalau kami kejar mereka enggak pada ngaku,” katanya.

Selain pencemaran, saat ini juga Kabupaten Serang dilanda musim kemarau. Ia mengatakan, pihaknya sudah meminta kepala Dinas Pertanian untuk memantau dan memetakan wilayah yang potensi kekeringan. “Pada potensi sawah kering harus diantisipasi untuk kemungkinan pengambilan air pompanisasi,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan, agar masyarakat tidak terlalu merugi dengan adanya kemarau tersebut. “Tapi yang pasti kekeringan ini akan berdampak pada kerugian, tapi yang kami usahakan sekarang bukan melawan kekeringan, tapi bagaimana meminimumkan kerugiannya. Kami buat pompanisasi atau mungkin nanti para petani diimbau untuk tidak menanam padi dan geser ke palawija,” ucapnya.

Baca Juga : Sungai Ciujung Kembali Menghitam

Sementara, untuk wilayah seperti Pontang dan Tirtayasa yang kekurangan air bersih, pihaknya akan meminta PDAM untuk menyuplai menggunakan tangki. “Suplai nanti dengan PDAM tangki-tangki, Tirtayasa dan Pontang. Jangan sampai masyarakat menjerit,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Dadang Hermawan menuturkan, jika dilihat dari jumlah luasan yang kekeringan, yakni 272 hektare, jumlah tersebut masih kecil dibandingkan total area tanam yang sudah mencapai 74.000 hektare.

“Masih dalam batas toleransi, kalau sudah 4.000 hektare baru puso warning. Target di 2019 itu 92.000 hektare kami sudah 74.000 hektare. Kami ada waktu empat bulan mudah-mudahan bisa tercapai,” katanya.

Untuk mengatasi kekeringan areal persawahan, ujar dia, pihaknya sudah menyiapkan brigade di lima titik se-Kabupaten Serang. Satu titik tersebut, akan menangani beberapa wilayah kecamatan. “Kan kami sudah sebar alsintan ke tiap kecamatan, ada pompa air dan handtraktor. Kalau urgen silakan pinjam ke kami terus kami koordinasi,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here