Pencarian Korban Longsor TPAS Cilowong Dihentikan

SERANG, (KB).- Pencarian korban longsor Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong dihentikan pada pukul 17.00 WIB, Senin (14/1/2019). Dua korban longsor hingga akhir pencarian belum juga ditemukan.

Diketahui, longsor tersebut terjadi pada Selasa (1/1/2019). Pencarian korban tahap awal dilakukan Rabu hingga Selasa (2-8/1/2019). Kemudian, diperpanjang selama tiga hari dan kembali diperpanjang untuk kedua kalinya selama tiga hari.

“Sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur) pencarian ini, kami hentikan pukul 17.00 WIB Senin (14/1/2019). Sudah 13 hari korban masih belum ditemukan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Yudi Suryadi.

Meski begitu, tutur dia, bukan berarti pencarian berhenti secara menyeluruh. “Kami masih tetap mencari sekaligus penataan. Bukan evakuasi, dengan nama lain penataan. Jadi, sambil menata, sambil mencari dengan alat yang ada,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Suherman menuturkan, dihentikannya pencarian tersebut, dikarenakan hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda adanya korban.

“Hingga dilanjutkan sampai sore ini (kemarin) belum juga dapat ditemukan. Karena, hingga hari ini (kemarin) belum ada tanda-tanda ditemukan, maka pencarian ini dihentikan,” ujarnya.

Keputusan tersebut sudah disepakati oleh seluruh tim pencarian dan pihak keluarga korban pada musyawarah di hari kesepuluh. “Keluarga sudah menerima dan pihak keluarga korban juga sudah menyetujui. Sesuai dengan kesepakatan musyawarah kemarin,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (11/1/2019) tim pencarian mencium bau bangkai yang diduga berasal dari jasad korban. Namun, ketika dilakukan pencarian dan masa perpanjangan tidak juga ditemukan, Tim Gabungan Basarnas, BPBD, serta tim yang lain, seperti PMI dan tim relawan lainnya menyatakan pencarian tersebut dihentikan.

“Kami sudah berusaha dengan berbagai upaya, baik lahiriyah maupun batiniyah untuk terus mencari korban. Dengan menurunkan empat alat berat serta alat detektor, tapi masih belum bisa ditemukan. Sesuai dengan kesepakatan di hari ini (kemarin) merupakan hari terakhir pencarian korban,” ujarnya.

Sementara, Camat Taktakan, Rochmat berharap, korban bisa ditemukan pada saat penataan TPAS Cilowong pascadihentikannya pencarian korban. “Ke depannya, sambil penataan semoga korban bisa ditemukan,” tuturnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here