Pencairan Dana Kelurahan Masih Terganjal SDM

SERANG, (KB).- Pencairan dana kelurahan di Kota Serang masih terganjal sumber daya manusia (SDM) yang belum lengkap di tingkat kelurahan. Berdasarkan data, hingga saat ini baru ada delapan kelurahan di Kecamatan Taktakan yang sudah mengusulkan pencairan dana yang berasal dari dana alokasi umum (DAU) Tambahan tersebut.

Diketahui, sesuai aturan setiap kelurahan minimal punya empat personel aparatur sipil negara (ASN), yang akan menjadi kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), pejabat pembuat komitmen (PPK), dan bendahara.

Camat Taktakan Um Rochmat Hidayat mengatakan, terdapat 12 kelurahan di wilayahnya. Dari jumlah tersebut, baru delapan yang sudah mengusulkan pencairan dana kelurahan, yakni Kelurahan Taktakan, Umbul Tengah, Drangong, Panggung Jati, Kalang Anyar, Sepang, Pancur, dan Cilowong, sedangkan kelurahan lainnya, seperti Kelurahan Taman Baru, Lialang, Sayar, dan Kuranji masih belum mengajukan, karena terkendala personel.

“Di kecamatan kami yang baru siap itu. Ada delapan kelurahan. Karena itu yang baru siap personelnya. Selebihnya masih terkendala pada personel. Kan syaratnya minimal empat ASN untuk mengisi KPA, PPTK, PPK, dan bendahara. Nah, yang sisanya ini masih belum lengkap,” katanya, Selasa (9/7/2019).

Seharusnya, ujar dia, kekurangan personel tersebut, dapat diperbantukan dari kecamatan. Akan tetapi, di Kecamatan Taktakan masih kekurangan personel, sehingga belum bisa mengisi kekosongan di kelurahan.

“Memang harusnya diperbantukan dari sini (kecamatan). Hanya saja kecamatannya juga masih kurang personel. Jadi, sementara ini yang sudah siap baru delapan kelurahan. Tapi ini juga sambil berjalan untuk memenuhi personel yang masih kosong,” ucapnya.

Delapan kelurahan tersebut, telah mengajukan pencairan dana sejak Jumat (5/7/2019). Saat ini, dia belum mengetahui informasi terbaru apakah sudah dicairkan atau belum. “Saya belum tahu itu, karena masuknya langsung ke rekening kelurahan masing-masing. Saya belum cek lagi, belum konfirmasi kelurahannya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, DAU Tambahan tersebut, digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, sedangkan untuk infrastruktur dianggarkan setelahnya. “Pemberdayaan masyarakat dulu. Nanti infrastruktur itu bertahap dan masih dalam proses. Kalau pengerjaannya sementara ini melalui swadaya masyarakat,” katanya.

Lengkapi persyaratan

Terpisah, Lurah Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Samsuri menuturkan, jika pihaknya belum mengajukan, karena masih melengkapi persyaratan dokumen, seperti nomor rekening bank dan persyaratan lainnya.

“Kalau personel semuanya di kami (Kelurahan Karundang) lengkap sesuai dengan instruksi dari Wali Kota Serang. Hanya saja tinggal kelengkapan berkas dan dokumen yang belum lengkap. Terus masih harus ada rapat juga, terkait penggunaan anggarannya nanti,” ujarnya.

Menurut dia, kelurahan lain di Kecamatan Cipocok Jaya juga belum ada yang mengajukan pencairan dana kelurahan. “Belum ada kalau di Kecamatan Cipocok Jaya. Yang saya tahu itu baru Kecamatan Taktakan yang mengajukan. Kalau di sini belum ada,” ucapnya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here