Penataan Banten Lama, Tubagus A Abbas Wasse: Revitalisasi Harus Disertai Perubahan Perilaku

Tubagus Abbas Wasse

SERANG, (KB).- Revitalisasi Kawasan Banten Lama diharapkan dapat disertai dengan perubahan perilaku masyarakat, peziarah, dan zuriah Kesultanan Banten. Hal tersebut dikatakan Ketua Kenaziran Kesultanan Banten, Tubagus A Abbas Wasse, Selasa (4/9/2018). Menurut dia, sejauh ini proses pembangunan berjalan dengan lancar dan tanpa kendala.

“Tamu peziarah kalau datang ke sini jangan buang sampah sembarangan. Masyarakat juga setelah ini kami tata, harus melihat pembangunan ini luar biasa, juga tak kalah penting zuriah, keturunan Kesultanan Banten, mohon maaf mental keropak harus diubah. Mohon maaf mental minta-minta harus diubah,” katanya, saat ditemui di kediamannya.

Menurut dia, hal tersebut semata-mata untuk menjadikan Kesultanan Banten terhindar dari pola pikir keropak yang dikenal selama ini. “Orang datang ke sini pasti ngasih, sudah gak harus diminta-minta lagi dan saya harus berani mengatakan itu,” ucapnya. Selain itu, dia mengajak seluruh elemen untuk tidak lagi menggunakan penyebutan Banten Lama, melainkan dibiasakan menyebut Keraton Kesultanan Banten atau Keraton Surosowan Banten.

“Banten Lama itu konotasinya kecil amat, padahal Kesultanan Banten ini sejarahnya besar. Ini harus kami sepakati bersama menjadi Keraton Kesultanan Banten atau Keraton Surosowan Banten. Ini menjadi doa ke depan untuk kami menggapai perubahan yang menurut saya keniscayaan,” katanya.

Keniscayaan tersebut, menurut dia, yang menjadi modal Pemprov Banten menggagas revitalisasi sejak 2015. Hal tersebut bertujuan untuk menjadikan Kesultanan Banten menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Banten. “Bahkan, peziarah sampai ada yang nangis datang ke sini melihat perkembangan yang ada. Menurutnya inilah Kesultanan Banten sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara, menurut dia, saat ini progres revitalisasi Kawasan Banten Lama sudah mencapai sekitar 40 persen. “Sampai hari ini, Selasa, (4/9/2018), Alhamdulillah (tidak ada gesekan), para pedagang juga hakikinya ingin dibangun, tapi mereka ingin ditempatkan secara manusiawi, pembangunan sudah mencapai sekitar 40 persen,” ucapnya.

Pantauan Kabar Banten di lokasi, tampak beberapa alat berat sedang meratakan jalan akses ke Masjid Kesultanan Banten dan menggali lubang drainase. Selain itu, tiang-tiang untuk payung besar sudah mulai didirikan. Akses menuju kios bagi PKL juga dalam proses pembangunan. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here