Minggu, 18 November 2018

Penanggalan Maulid, Warga Jerang Ilir Kota Cilegon Dzikir Bersama

CILEGON, (KB).- Ratusan warga Jerang Ilir dan Barat Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon menggelar dzikir bersama dalam rangka penanggalan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darul Muttaqien, Rabu (7/11/2018).

Berdasarkan pantauan dilokasi, sejak pukul 19.30 WIB atau ba’da Isya, suara dzikir serta shalawatan terus berkumandang dari jamaah masjid. Warga berduyun-duyun mendatangi masjid yang memuat kapasitas jamaah ribuan tersebut untuk melakukan dzikir bersama.

Ketua DKM Darul Muttaqien, Mujib mengatakan, kegiatan ini guna menyambut penanggalan bulan maulid. “Ini adalah sebuah tradisi rutin, dimana memasuki bulan mulud, jamaah yang berada di masjid melakukan dzikir bersama. Hal ini kami lakukan sebagai ungkapan rasa syukur dimana pada saat ini kaum muslimin memasuki bulan kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Mujib melanjutkan, hikmah maulid nabi besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang yang sangat dalam.

“Cilegon ini sebagai kota religi dan bernafaskan islami, tentunya peringatan ini semakin menambah keimanan kami sebagai muslim dalam menjalani apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan larangannya harus dijauhi,” ujarnya.

Tokoh pemuda sekitar Agus Bejo mengatakan, dengan adanya seremonial maulid Nabi Muhammad SAW, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam. Menurutnya, satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad SAW.

“Bukan hanya seremonial belaka, perayaan itu mestinya diresapi dalam hati yang begitu dalam dan mencoba untuk meneladani dan mempraktikan akhlak mulia dari nabi. Saat melontarkan pujian-pujian dan sholawat yang begitu menggebu-gebu, hendaknya tidak hanya ditujukan kepada fisik maupun keduniawiannya saja tetapi juga akhlak nabi yang begitu agung dan mulia. Islam membawa rahmat bagi alam semesta, bukan hanya umat Muslim saja atau manusia saja, tetapi semua makhluk seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alamnya,” ujarnya. (HS)*


Sekilas Info

Yayasan Suara Hati Kita Salurkan Bantuan Untuk Anak-anak Korban Gempa Sulteng

CILEGON, (KB).- Yayasan Suara Hati Kita salurkan bantuan untuk anak-anak korban bencana Palu Sulawesi Tengah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *