Minggu, 24 Juni 2018
Sampah Menumpuk di Saluran Irigasi Pasar Baru Cilegon beberapa waktu yang lalu.*

Penanganan Sampah di Kota Cilegon Belum Maksimal

CILEGON, (KB).- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menilai, penanganan sampah di Kota Cilegon kurang maksimal. Masih banyak sistem pengelolaan sampah yang perlu diperbaiki, mulai dari penjadwalan pengangkutan sampah, hingga sosialisasi tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Ketua Komisi II DPRD Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, manajemen pengangkutan sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masih perlu dibenahi. Salah satunya jadwal pengangkutan sampah yang saat ini masih dilakukan di pagi hari. “Pagi-pagi, ketika lalu lintas padat oleh pengendara yang hendak ke kantor, truk sampah masih lalu lalang. Seharusnya persoalan sampah sudah selesai sejak dini hari, itu masih perlu diperbaiki,” katanya saat dihubungi, Ahad (11/3/2018).

Imbas dari kegiatan pengangkutan sampah di jam pegawai masuk kerja, kata Ghoffar, cukup kompleks. Selain dari terganggunya para pengguna jalan, kesan kotor masih tetapi melekat. “Saat jam ramai, pegawai kebersihan baru angkut sampah. Itu kan bau, pemandangannya pun tidak mengenakkan. Harusnya hal seperti itu dikerjakan pada dini hari, ketika aktivitas masyarakat belum dimulai,” tuturnya.

Selain itu, Pemkot Cilegon perlu memandang agenda sosialisasi penanganan sampah kepada masyarakat penting. Sebab, keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting. “Masyarakat perlu didorong kesadarannya untuk membuang sampah pada tempatnya. Tentang ini, intervensi pemerintah pun harus ada, yakni melalui sosialisasi,” ujarnya.

Terpenting, kata Ghoffar, memperbanyak tempat pembuangan sampah di sejumlah lokasi dengan potensi penumpukan sampah tinggi. DLH pun dinilai perlu melakukan analisa tentang jumlah sampah yang dihasilkan rumah tangga. “Jumlah produksi sampah masyarakat juga harus bisa dianalisa. Berapa sih dalam rentang waktu tertentu, lalu berapa kekuatan angkut sampahnya. Tempat pembuangan sampah sementara pun harus diperbanyak. Jangan sampai masyarakat buang sampah sembarangan, apalagi ke kali,” ujarnya.

Sementara itu, terjadi penumpukan sampah di Kali Kadipaten, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber. Terkait itu, Ghoffar akan menanyakannya kepada DLH Cilegon. “Coba nanti saya konfirmasi ke DLH,” katanya. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon sedang melakukan pengerukan sampah dari saluran irigasi di belakang Pasar Baru Cilegon, Ahad (11/3/2018).

Kepala DLH Cilegon Ujang Iing mengatakan, upaya tersebut dilakukan karena sampah pasar menumpuk di saluran itu. “Ini sampah-sampah yang dibuang orang pasar. Kami dan Bidang Pengairan Dinas PUTR sedang mengeruknya,” tutur Iing melalui pesan WhatsApp. Terkait sampah yang menumpuk di Kali Kadipaten, Iing akan mengeruknya juga. (AH)***


Sekilas Info

Demi Landmark, Perkim Cilegon Rogoh Rp 96 Juta

DINAS Pertamanan dan Permukiman (Perkim) Cilegon terpaksa harus mengeluarkan anggaran Rp 96 juta untuk perbaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *