Penanganan Perkara 2019, 230 Kasus Belum Diselesaikan Polres Cilegon

CILEGON, (KB).- Pekerjaan Rumah (PR) Kepolisian Resor (Polres) Cilegon terkait penanganan perkara di 2019 terbilang tinggi. Dari 589 perkara yang masuk ke Polres Cilegon tahun lalu, sebanyak 359 perkara berhasil diselesaikan.

Sementara sisanya 230 kasus masih diproses. sehingga, Polres Cilegon memiliki utang 230 perkara untuk diselesaikan di 2020. Ditambah lagi, sebanyak 272 perkara pada 2018 juga masih belum terselesaikan Polres Cilegon.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, pada dasarnya Polres Cilegon telah berupaya keras untuk menyelesaikan ratusan kasus yang muncul sejak 2018. Namun karena berbagai hal, kasus-kasus yang pernah masuk hingga kini masih dalam proses penyelesaian.

“Kasus-kasus di 2018 tetap diproses, begitu pula yang muncul 2019. Kami terus menindaklanjuti dengan menggali bukti-bukti tambahan di setiap kasus yang ada,” katanya, Selasa (7/12/2020).

Menurut Kapolres, kasus terbanyak yang belum terselesaikan pihaknya adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan narkoba. Dimana kasus curanmor yang mengendap mencapai 167 perkara, sementara kasus narkoba sebanyak 96 perkara.

“Untuk penyidikan setiap kasus ini tentunya akan kita tindaklanjuti oleh pendidik dari Polres Cilegon maupun dari penyidik di polsek-polsek,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres menerangkan, perkara yang mengendap ditahun-tahun sebelumnya dapat diungkap bila menemukan alat bukti atau petunjuk baru.

“Untuk penyidikan setiap kasus ini tentunya akan kita tindaklanjuti oleh pendidik dari Polres Cilegon maupun dari penyidik di polsek-polsek,” tuturnya.

Kapolres berharap, di tahun ini semua kasus yang ditangani oleh Polres Cilegon dapat terselesaikan.

“Kami upayakan agar semua kasus yang ditangani oleh Polres Cilegon dapat terselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, selain kasus curanmor sebanyak 167 perkara dan kasus narkoba sebanyak 96 perkara, terdapat kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 82 perkara, pengelapan 33 perkara, serta penipuan dan perbuatan curang 31 perkara.

Selain itu, ada pula pencurian biasa 21 perkara, perlindungan anak 27 perkara, KDRT 6 perkara, kepemilikan senjata api 7 perkara. Kemudian untuk kasus kerugian negara 4 perkara, ilegal loging 4 perkara, perlindungan konsumen 2 perkara dan kasus korupsi 1 perkara. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here