Penanganan Pascabencana Tsunami Selat Sunda, ICMI dan Relawan Kampung Sarankan Koordinasi

SERANG, (KB).- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Banten dan Relawan Kampung memandang pentingnya koordinasi dan jalur komando yang jelas terkait penanganan pascabencana tsunami Selat Sunda.

Hal itu mengemuka dalam diskusi Mang Fajar di Redaksi HU Kabar Banten, Jumat (11/1/2019). Dalam diskusi tersebut hadir sejumlah relawan dari ICMI Banten, Relawan Kampung, Dompet Dhuafa, Laz Harfa, Baznas Provinsi Banten, PMI Provinsi Banten, BPBD Provinsi Bantenm dan BPBP Kabupaten Serang.

Sekjen Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Orwil Banten Rohman mengatakan, pentingnya peta sumber bencana di Provinsi Banten. “Peta sumber bancana memang sudah ada, tapi belum sempurna. Perlu ada kajian mendalam,” kata Rohman.

Selain itu, tambah Rohman, perlu dibangun kesadaran pemerintah dan masyarakat untuk menerapkan mitigasi bencana. Tak kalah penting, bantuan sosial dari saudara-saudara kita yang non muslim hendaknya dikoordinasikan dan bekerjasama dengan lembaga keagamaan seperti MUI dalam tahapan penyalurannya.

“Hal ini, agar tidak timbul kecurigaan terhadap niat baik seluruh pihak,” ungkapnya.

Sementara Ketua Relawan Kampung Muhammad Arif Kirdiat mengatakan, koordinasi dan jalur komando penanganan bencana harus langsung kepada Gubernur Banten. Sebab, mengacu pada PP.21/2008 terkait penanganan bencana, bahwa BPPD adalah leading sector.

“Jadi semestinya, penanganan bencana tidak boleh sendiri-sendiri tanpa komando,” katanya.

Garis komando sangat diperlukan, sebab pada situasi darurat bencana, masyarakat sering mendengar informasi yang berbeda-beda mengenai dampak sebuah bencana. Demikain pula terkait pelaksaan tanggap darurat, sering terjadi distribusi bantuan yang tidak merata.

“Hal ini, antara lain karena kurangnya koordinasi antar pemangku kepentingan atau instansi terkait,” ungkapnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here