Penanganan Kawasan Banten Lama, Pemprov Banten Bentuk Organisasi

Kawasan Kesultanan Banten

SERANG, (KB).- Pemrerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan membentuk organisasi khusus yang menangani Kawasan Banten Lama di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Organisasi tersebut sekaligus menyatukan penanganan Kawasan Banten Lama, yang selama ini masih terpecah di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kawasan Banten Lama kita buat organisasinya, otoritas yang langsung menangani Banten Lama. Karena masih ditangani masing-masing dinas, kedepan harus ditangani oleh organisasi terstruktur,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat ditemui usai kegiatan Silaturahmi Ulama dan Umaro Serta Pimpinan Ormas Islam yang dilaksanakan MUI Banten di Sekretariat MUI Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (24/6/2019).

Revitalisasi Kawasan Banten Lama yang juga Kawasan Kesultanan Banten ini sedang memasuki tahap dua. Pembangunannya meliputi penyediaan pusat kebudayaan dan keagamaan, renovasi rumah milik warga dan lain-lain.

“Ada buat gedung-gedung, nanti buat home stay, bikin semacam pelibatan masyarakat menyediakan untuk penginapan. Masyarakat tetap terlibat dalam penyediaan tempat menginap, namanya home stay,” katanya.  

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menuturkan, penataan Banten Lama tahap dua sudah siap dilaksanakan mulai bulan ini. “Tahap dua sudah lelang sudah ada pemenang tinggal mobilisasi persiapan pembangunan, tadi laporan dari Perkim (Dinas Perumahan dan Permukiman). Jadi mobilisasi itu antar bahan-bahan untuk dibangun, revitalisasinya jadi November harus tetap selesai sesuai kontrak,” katanya.

Selain membangun pusat budaya dan agama, tahap dua juga meliputi pembenahan kanal. (Rumah warga) dibagusin agar mereka terbantu dan sekeliling Banten lama rapi dan bersih. Ada bebarapa sub program, yang penting kita rapikan rumah warga yang tidak mampu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Adpem Setda Banten Mahdani menuturkan, anggaran penataan Banten Lama tahap dua bervarisasi, tergantung kebutuhan penataan masing-masing OPD. “Revitalusasinya di Perkim Rp 20 miliar, kanal sekitar Rp 30 miliaran kalau enggak salah, lanjutan kanal yang kemarin,” ucapnya.

Penataan kanal ini dilakukan mengingat penataan kanal pada tahap satu belum rampung seluruhnya. “Kan kanal masih banyak yang dikerjakan, kalau total revitalisasi kanal itu kan hampir 4 kilometer, kalau kembali ke laut lagi. Masih belum full sesuai dengan anggaran saja,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here