Penanganan Gizi Buruk, DPRD Kota Serang Minta Program Bersama

SERANG, (KB).- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) membuat program bersama organisasi perangkat daerah (OPD) lain, dalam penanganan gizi buruk di Kota Serang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Muji Rohman mengatakan, masalah gizi buruk tidak bisa diselesaikan dengan satu OPD saja. Alasannya, selain dari sisi kesehatan, juga harus ada pembinaan sumber daya manusia (SDM).

“Kami akan melakukan komunikasi dengan mitra kami Dinas Kesehatan, coba membuat program menyinergikan dengan OPD yang lain, agar mereka menyiapkan beberapa halnya,” kata Politikus Partai Golkar tersebut, Rabu (23/10/2019).

Ia menuturkan, jika melihat dari sisi anggaran untuk Dinkes, selama ini sudah sangat cukup untuk menangani kasus gizi buruk. Namun, dari sisi program yang harus lebih dimaksimalkan lagi.

“Kalau anggaran, menurut kami sudah maksimal, saya lihat program gizi buruk itu dimulai sebenarnya harus dari ibu hamil,” ujarnya.

Sehingga, ucap dia, Dinkes sebagai OPD yang berkaitan dengan gizi buruk harus lebih mengoptimalkan pendidikan kepada masyarakat, agar terhindar dari gizi buruk. Ia meyakini, jika semua pihak bisa sinergis, Kota Serang bisa terbebas dari gizi buruk dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Kalau memang kami punya kemauan semua OPD terkait, kemudian DPRD-nya saya yakin bisa tertangani,” tuturnya.

Baca Juga : Muhamad Fikri, Balita di Ibukota Banten Derita Gizi Buruk

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Ikbal menuturkan, untuk balita penderita gizi buruk Muhamad Fikri (5), pihaknya terus memantau perkembangan kesehatannya. Namun, terdapat kendala di luar dari kesehatan yang bukan kewenangannya.

“Jadi, memang ini kan perlu ada intervensi juga dengan OPD lain terkait permasalahan sosialnya, jadi secara umum dalam sisi kesehatannya selalu dalam pengawasan,” katanya.

Hal sama, ujar dia, untuk menghilangkan jumlah gizi buruk di Kota Serang butuh sinergitas antar-OPD, agar kasus gizi buruk bisa selesai dari hulu sampai hilir. Hal tersebut, karena semua kasus gizi buruk selalu berawal dari kemampuan ekonomi keluarga.

Saat ini, ucap dia, jumlah gizi buruk di Kota Serang sebanyak 102 penderita atau di bawah satu persen dari jumlah penduduk Kota Serang.

“Gizi buruk di Kota Serang ada penurunan dari sebelumnya, kalau persentasenya 0,13. Ini menjadi konsen pimpinan (kepala daerah) saya kalau bisa tidak ada,” ucapnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here