Penanganan Covid-19, Pemkot Tangerang Produksi Baju Hazmat

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat berada di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi atau yang juga dikenal sebagai baju hazmat dan masker.*

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Cibodas memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa pakaian dekontaminasi atau baju hazmat.

Setiap harinya terdapat 20 orang peserta yang terbagi dalam dua shift, yakni pagi dan siang masing-masing 10 orang, untuk mengerjakan baju hazmat di BLK Cibodas.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan hingga saat ini telah berhasil dibuat 32 buah baju hazmat dari target awal yang akan dibuat sebanyak 100 buah.

Menurut dia, baju hazmat yang diproduksi BLK Cibodas itu akan langsung dikumpulkan di Kantor Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tangerang.

“Nanti 32 baju yang sudah jadi langsung antar ke kantor sekretariat gugus tugas aja, biar nanti mereka yang data dan distribusikan,” ujarnya, Ahad (5/4/2020).

Tak hanya BLK Cibodas yang dijadikan tempat produksi APD, BLK Larangan pun turut ditunjuk untuk membuat masker kain.

Dari target 5.000 masker hingga hari ini telah selesai 200 masker kain yang siap untuk didistribusikan.

“Kalau untuk masker langsung ke dinsos, biar nanti mereka yang distribusikan, utamanya untuk PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) di Larangan dulu,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan saat ini Pemkot Tangsel melalui Dinas Koperasi dan UMKM, tengah melakukan koordinasi dengan para pengrajin untuk memenuhi kebutuhan masker kain.

“Karena masker (medis) ini semakin sulit didapatkan, maka sekarang masyarakat dapat memakai masker dari kain,” ujar Benyamin.

Sebab, kata Benyamin, saat ini pun mulai banyak pengrajin yang membuat masker kain tersebut.

“Katanya banyak (pengrajin), ini lagi dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM. Agar masker itu dapat dijual dengan harga yang enggak terlalu mahal,” terangnya.

Menurut dia, agar lebih efisien, masker medis jiga sebaiknya hanya digunakan bagi penderita COVID-19 dan lingkungannya saja.

“Jadi itu untuk yang sehat pakai masker kain saja. Karena kita harus efisien. Segala langkah harus efisien sekarang ini,” imbuhnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here