Penanganan Covid-19, APBD Kota Cilegon 2020 Direvisi

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon merevisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon 2020 sebesar Rp 30.391.000.000. Revisi APBD berisikan tentang pergeseran anggaran-anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk penanganan wabah corona virus atau covid-19.

Revisi anggaran tersebut diketahui dari Surat Permohonan Setda Pemkot Cilegon untuk Wali Kota Cilegon Nomor 90/885/BAPP, perihal Pergeseran APBD 2020 Untuk Penanganan Covid-19.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi membenarkan hal tersebut. “Jadi ada anggaran-anggaran OPD yang digeser, untuk kepentingan penanganan covid-19. Bisa dibilang, kami sudah merevisi APBD. Kan kami sudah diberikan kewenangan oleh Kemendagri untuk hal ini,” katanya saat ditemui di Pemkot Cilegon, Kamis (2/4/2020).

Menurut Edi, alokasi anggaran yang direvisi berupa kegiatan-kegiatan OPD yang akan didanai oleh Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Banten. Selain itu, melakukan rasionalisasi kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan akibat terjadinya wabah Covid-19.

“Untuk penanganan wabah ini pun, kami juga akan menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga). Selain itu, mencari potensi sisa lebih pada DPA (DOkumen Pelaksanaan Anggaran) yang belum dilaksanakan oleh OPD,” ujarnya.

Dari total Rp 30,3 miliar anggaran tersebut, pihaknya hanya akan menggunakan Rp23.391.000.000 untuk kepentingan operasional penanganan covid-19. Sisa anggaran Rp7 miliar akan digunakan sebagai dana cadangan.

“Anggaran yang digunakan hanya Rp23,3 miliar itu. Sisanya kalau ada hal-hal diluar dugaan. Setiap program kegiatan kan harus ada dana cadangan itu,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah anggaran yang terkena rasionalisasi diantarnya perjalanan dinas seluruh OPD diluar Sekretariat DPRD Kota Cilegon, UPT, kecamatan dan kelurahan Rp 3,7 miliar, penghijauan koridor kota Rp 1,2 miliar, pengembangan Badan Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kota Cilegon Rp 4,1 miliar, serta perjalanan dinas DPRD Kota Cilegon Rp 5,2 miliar.

Untuk potensi sisa lebih pada DPA dari 25 kegiatan OPD yang dialihkan untuk kepentingan penanganan wabah covid-19 sebesar Rp1,5 miliar. Kemudian potensi sisa lebih dari pengadaan kendaraan di BPKAD Kota Cilegon Rp1,7 miliar.

Sementara itu, diketahui ada enam anggaran OPD dari Bantuan Keuangan Pemprov Banten yang tergeser untuk program tersebut. Yakni Dinas Kesehatan Kota Cilegon Rp 2,4 miliar, Dinas Pendidikan Kota Cilegon Rp 1,6 miliar, Dinas PUTR Kota Cilegon Rp 1 miliar, Dinas Perkim Kota Cilegon Rp 2,5 miliar, Dinas Perhubungan Kota Cilegon Rp 1,5 miliar, serta BPBD Kota Cilegon Rp 354 juta.

Terkait hal ini, anggota Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengapresiasi langkah Pemkot Cilegon dalam penanganan wabah covid-19. Menurut politisi Partai Demokrat ini, penanganan wabah tersebut harus konprehensif dan menyeluruh.

“Langkah-langkah Pemkot dalam penanganan wabah ini kami apresiasi. Semoga apa yang diprogramkan pemerintah, mampu memutus rantai penyebaran virus,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here