Penambang Pasir Diciduk

CILEGON, (KB).- Satreskrim Polres Cilegon membekuk tersangka penambang pasir ilegal di Bojonegara, Kabupaten Serang, Selasa (21/1/2020). Penangkapan dilakukan lantaran tersangka tidak mampu menunjukan surat izin keruk.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, penangkapan dilakukan ketika petugas melakukan razia di wilayah tersebut. Pemilik tambang ilegal ini pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Minggu kemarin, kami telah menangkap satu pelaku tambang pasir ilegal. Pemiliknya sudah jadi tersayang,” katanya saat ditemui di Polres Cilegon.

Menurut Yudhis, sejauh ini secara total telah menangkap 5 pelaku tambang ilegal di wilayah Polres Cilegon dengan status tersangka. Dari 5 orang itu, 3 di antaranya akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

“Dari 5 pelaku ini, 3 pelaku sudah diproses oleh Kejari Kota Cilegon. Tinggal menunggu P21,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, penertiban tambang liar memang tengah digalakan oleh Polres Cilegon. Berkaca pada bencana alam di Kabupaten Lebak akibat aktifitas tambang liar, maka pihaknya berkewajiban untuk menjaga agar tidak terjadi di wilayah hukum Polres Cilegon.

“Kami terus menyisisir para pelaku penambang pasir yang masuk wilayah hukum Polres Cilegon,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengaku telah mengantongi 33 nama pelaku tambang pasir tanpa izin di Wilayah Hukum Polres Cilegon.

“Ada 33 pemilik tambang pasir yang kami ketahui belum memiliki IUP. Kalau mereka tetap tidak urus izin, otomatis akan kami berikan saksi kepada mereka,” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here