Penambahan Hibah KONI 2020, Kadispora Banten: Saya tak Bisa Janjikan

Deden Apriandi, Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten.*

SERANG, (KB).- Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Banten Deden Apriandi mengatakan, kecil kemungkinan bagi anggaran hibah untuk Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Banten akan bertambah.

Diketahui, anggaran hibah KONI Banten tahun ini dari APBD murni 2020 sebesar Rp 45 miliar, yang diproyeksikan untuk mengikuti pelaksanaan Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua.

Ia mengatakan, sebagai perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, tidak bisa berjanji secara utuh anggaran dapat bertambah.

“Saya tidak bisa langsung mengejewantahkan, semuanya keputusan ada pada Gubernur Banten. Karena, mau gak mau kita akui bersama, kalau prestasi moncer di Papua, yang naik nama cabornya, KONI dan atletnya. Tapi kalau justru kebalikannya malah prestasi menurun, yang hanya diincar kami saja yang terkena imbas, Pemprov, jajaran Gubernur dan Dispora,” kata Deden saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Banten 2020.

Deden mengatakan, semoga setelah terselenggarakannya RAT 2020 KONI Banten kemarin (25/2), patriot olah raga Banten dapat mengusung jiwa dan hati yang lebar.

“Saya setuju dengan penyampaian Ibu Rumiah, saat ini kita harus sepintar-pintarnya memilah dan memilih antara keperluan dan kebutuhan. Baik untuk atlet ataupun wasit, kita semua tetap satu nama, Kontingen Banten Cemerlang,” tuturnya.

Selain itu, Deden menyarankan, baik pada program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON dari Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI), maupun Sport Science Dispora bisa diproritaskan lebih dahulu.

“Ornamen-ornamen pemberangkatan untuk Papua kalau bisa dipersiapkan mulai dari sekarang, seperti tiket, tempat tidur, bahkan sampai kepada seragam kontingen. Dan untuk suplemen-suplemen atletnya itu kan bisa memakai anggaran masing-masing cabor, yang didapatkan dari Pengurus Pusatnya ataupun Pengurus Besarnya untuk pembinaan,” katanya.

Deden mengaku, pihaknya merasa terbebankan karena memberikan anggaran yang sedikit pada PON XX Papua, jauh berbanding pada PON XIX Jawa Barat.

“Percayalah, kami pun atas nama Dispora masih terus menegosiasi kepada pihak-pihak berwenang, terhadap masalah anggaran PON ini. Karena mau gak mau keputusannya masih ada di tangan Pemerintah Provinsi atas nama Gubernur Banten,” tuturnya. (Azzam/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here