Sabtu, 23 Februari 2019
Kawasan Makam Sultan Ageng Tirtayasa

Pemugaran Makam Sultan Ageng Tirtayasa Ditunda

SERANG, (KB).- Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten kesulitan dalam menemukan informasi bentuk asli Situs Makam Pahlawan Nasional Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena itu, pemugaran situs bersejarah tersebut, diperkirakan masih akan tertunda.

Kepala BPCB Banten, Syaiful Mujahid mengatakan, pemugaran Situs Makam Sultan Ageng Tirtayasa tersebut, saat ini belum bisa dilaksanakan. “Kurang data, data informasi bangunan aslinya seperti apa. Belum ada itu,” katanya kepada Kabar Banten, belum lama ini.

Ia menuturkan, data yang ada saat ini sifatnya belum menyeluruh. Oleh karena itu, masih diperlukan kajian. “Kalau kami bicara di luar konteksnya takut enggak sama dengan sejarahnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemugaran tersebut rencananya bertujuan, untuk mengembalikan fungsi situs seperti semula. Oleh karena itu, penting mengetahui data asli bentuk bangunan tersebut. “Jadi, bangunan itu apakah masjid itu kami kaji semua. Kalau lengkap baru diprogramkan untuk kelengkapan pemugaran, sehingga jelas informasi masyarakat,” ucapnya.

Karena, saat ini belum dipugar, situs tersebut kondisinya menjadi kurang terawat. Bahkan, tempat tersebut hanya menjadi lapangan saja. “Itulah kurang merasa memiliki, jadi tempat buang sampah dan segala macam,” tuturnya.

Ia menjelaskan, biasanya untuk melakukan kajian pelestarian dibutuhkan waktu berbulan-bulan, terlebih jika sampai akhir penyelesaian. Setelah itu selesai baru dilakukan pemugaran. “Karena, dalam pemugaran itu ada dua studi, yakni studi kelayakan dan teknis, juga dengan anggarannya itu bisa setahun,” katanya.

Untuk saat ini, studi sendiri masih belum dilaksanakan. Kemungkinan studi baru akan dilakukan tahun depan. “Enggak boleh sembarangan (pemugaran), bahkan kalau cat asli putih harus putih juga,” ucapnya.

Menurut dia, situs tersebut diduga berupa istana dan juga makam. Sebab, berdasarkan sejarahnya, ketika Sultan Ageng Tirtayasa mengalami konflik dengan putranya, Sultan Haji, beliau berpindah ke Tirtayasa. “Dari sana terus melawan Belanda dan anaknya, Sultan Haji,” ujarnya. (DN)*


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *