Pemuda Dorong Pemekaran Serang Barat

SERANG, (KB).- Forum Pemuda Serang Barat (Serbar) telah melakukan konsolidasi di 11 kecamatan yang masuk wilayah Serbar untuk mendorong pemekaran serbar menjadi daerah otonom baru (DOB). Hal tersebut dilakukan karena para pemuda serbar ingin wacana pemekaran yang sudah muncul sejak 15 tahun lalu ada progresnya.

Hal itu terungap saat Organisasi Pemuda Serang Barat mendatangi gedung DPRD Kabupaten Serang, Senin (5/3/2018). Ketua Panitia Persiapan Kongres Pemuda Serang Barat Ahmad Fauzi Chan mengatakan, Organisasi Pemuda Serbar sudah melakukan konsolidasi di 11 kecamatan yakni Pabuaran, Padarincang, Ciomas, Gunung Sari, Kramatwatu, Waringin Kurung, Pulo Ampel, Bojonegara, Anyer, Cinangka dan Mancak. Dari 11 kecamatan itu, para pemuda memiliki keinginan yang sama yaitu adanya perubahan struktural pemerintahan di Kabupaten Serang melalui pemekaran Serang Barat.

”Wacana pemekaran Serang Barat ini sebenarnya sudah cukup lama, lebih dari 15 tahun. Cuma tidak ada progres apa-apa. Nah kemarin lebih dari satu bulan kita diskusi, kita ingin kembali bahwa silaturahmi antar elemen masyarakat di Serang Barat ini bisa kembali terjalin. Selain itu, kami juga ingin ada progres langkah strategis bagaimana menuju ke upaya percepatan pemekaran. Sehingga terbentuk satu DOB Serang Barat,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, kata Ahmad Fauzi, konsolidasi tersebut juga menyepakati untuk menghidupkan kembali Forum Pemuda Serang Barat dengan momentum gelar kongres Juni 2018. Selain konsolidasi dengan unsur pemuda, lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dan meminta pendapat serta dukungan dari wakil rakyat.

”Step by stepnya akan kami persiapkan. Jadi kongres pemuda ini bukan hanya untuk membangun satu forum tapi visi yang lebih jauh yakni upaya konkret pemekaran Serang Barat. Termasuk langkah politis untuk memengaruhi kebijakan pemda dan pusat agar rencana ini bisa diwujudkan,” ucapnya.

Fauzi mengatakan, alasan harus dilakukannya pemekaran itu sudah kuat, karena pada 2004 sempat ada kajian lembaga akademis tentang bentuk ideal Kabupaten Serang pascaterbentuknya Provinsi Banten. Hasil kajian itu mengatakan bahwa Kabupaten Serang idealnya terbelah tiga yakni Kabupaten Serang Timur, Serang Barat dan Kota Serang. ”Nah kajian itu sudah ada dan itu harus kita apresiasi dan lanjutkan. Dari sisi akademis saya kira sudah tidak ada alasan lagi bahwa Kabupaten Serang Barat itu layak,” tuturnya.

Kemudain, dari kajian politis dimana posisi Pemerintahan Kabupaten Serang akan semakin jauh dari Serang Barat dengan dibangunnya puspemkab di Ciruas. Bahkan beberapa kantor sudah ada di sana. Selain itu, realita yang dialami pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat Serang Barat sering kesulitan untuk diakses.

Menanggapi hal tersebut, menurut Pj Sekretaris Daerah Agus Erwana, hal itu sah-sah saja untuk disampaikan. Hanya persyaratan pembentukan itu ada banyak persyaratan yang harus dilakukan. Salah satunya kekuatan perhitungan Penghasilan Asli Daerah (PAD). Sebab, PAD yang nantinya akan digunakan untuk menggaji dewan dan juga pembangunan.

”Sudah pasti kan harus diperhitungkan. Jadi pemekaran itu bukan boleh dan tidak bolehnya. Kabupaten Serang saja yang punya 29 kecamatan masih tersendat-sendat,” ujarnya. Kemudian, kata Agus, perlu ditanyakan kepada kecamatan yang akan diambil apakah bersedia pusat pemerintahannya di salah satu kecamatan tersebut. Selain itu, sebelum dilakukan pemekaran, Kabupaten Serang sebagai daerah induk harus mampu untuk membangunkan ibu kota baru kabupaten pemekarannya. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here