Pemprov Banten Waspada Virus Corona

SERANG, (KB).- Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Dinkes meminta puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota melakukan langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan.

Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap virus corona.

Surat itu merupakan tindak lanjut surat edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan No. SR.03.04/II/55/2020, tentang Kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit pneumonia dari Republik Rakyat Tiongkok ke Indonesia.

Dalam surat edaran yang ditujukan ke puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota itu, Dinkes Pemprov Banten menganjurkan untuk melakukan langkah-langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap virus corona.

Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk deteksi dan pencegahan. Pertama, pengamatan terhadap peningkatan kasus influenza like ilness (ILI), serta pneumonia melalui sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR).

“Kedua, puskesmas melakukan pemantauan dalam masa inkubasi pada orang yang datang dari negara terjangkit berdasarkan health alert card (HAC), yang diberikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP),” katanya, Ahad (26/1/2020).

Ketiga, puskesmas memantau ketat dan melakukan isolasi penderita dengan gejala pneumonia, lalu mempunyai riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum muncul gejala. Keempat, melakukan kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pneumonia dan pencegahan penularannya.

“Di antaranya dengan cuci tangan, etika batuk dan bersin, memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan demam, batuk, sesak, dan gangguan pernapasan serta memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum munculnya gejala,” katanya.

Kelima, puskesmas dan rumah sakit segera melaporkan kasus pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit secara berjenjang, mulai dari dinkes kabupaten/kota ke Dinkes Banten.

Untuk mengantisipasi penularan, ia menyarankan agar masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak napas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Kewaspadaan dini terhadap virus corona, Dinkes Provinsi Banten telah melakukan langkah,” ucapnya.

Mantan Direktur di RSUD Kota Tangerang ini memastikan, sampai saat ini belum ada kasus tersebut di Banten. Menurut dia, sejauh ini pihak Bandara Soekarno Hatta dan pelabuhan di Banten juga sudah melakukan upaya pencegahan.

“Belum ada (yang terkena virus corona),” tuturnya.

Sementara itu, kejadian tersebut membuat warga di Kota Serang khawatir. Seorang warga Ana merasa cemas dengan penyebaran virus corona. Dia takut virus tersebut masuk ke Indonesia.

“Mudahan-mudahan saja kalau ke Indonesia tidak masuk,” ujarnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here