Senin, 19 Februari 2018

Pemprov Banten Siapkan Dana untuk Ponpes

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Banten berkomitmen menjadikan Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tidak hanya sebatas runitinas. Pemprov akan melakukan kegiatan yang langsung menyentuh santri, salah satunya menggelontorkan dana pembinaan keterampilan santri sebesar Rp 20 juta untuk pondok pesantren (ponpes) di Banten.

Kepala Biro Kesra Provinsi Banten, Irvan Santoso mengatakan, dana tersebut khusus untuk membina keterampilan santri dalam hal pengembangan potensi kewirausahaan, seperti pengambangan budidaya cabai dan lain sebagainya. “Mengembangkan keterampilan sesuai dengan potensinya masing-masing,” katanya, kemarin.

Sebelum pemberian dana tersebut, pihaknya juga akan melakukan kegiatan semacam kemah santri yang akan diikuti 400 lebih santri dari 80 ponpes se-Banten. Rangkaian kegiatannya berupa pelatihan budidaya. “Pelatihan teknologi sederhana untuk dikembangkan para santri di ponpes kemudian harinya,” ujarnya.

Selain dua kegiatan tersebut, pihaknya bekerja sama dengan isntansi lain telah melaksanakan rangkaian peringatanhari santri lainnya, yaitu upacara hari santri di Kanwil Kemenag Banten, kemarin. Kemudian, ada juga MTQ tingkat SMA se-Banten yang dilakasanakan mulai Senin hingga Rabu (23-25/10/2017). “Ke depan memang kami akan meminimalisir kegiatan seremonial,” ucapnya.

MTQ tingkat SMA se-Banten melombakan 2 cabang, yaitu Fahmil Quran dan Syarhil Quran. Pendaftarnya, untuk cabang Fahmil Quran golongan putra ada 39 regu dan putri 42 regu. Sementara, cabang Syarhil Quran putra 23 regu dan putri 37 regu. “Setelah melalui tahapan kualifikasi, peserta cabang Fahmil Quran dan Syarhil Quran yang akan berlomba, masing-masing sebanyak 27 regu putra dan putri,” tuturnya.

Masih berkaitan dengan MTQ, Sekda Banten, Ranta Soeharta menuturkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memacu dan meningkatkan gairah pemuda, pemudi, pelajar, dan remaja dalam mengkaji, mempelajari sekaligus mengamalkan isi kandungan Alquran. “(Alquran)andangan hidup yang hakiki dan sebagai kepribadian kami,” katanya.

Menurut dia, MTQ tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi, namun merupakan syiar, silaturahim dan salah satu wahana memicu diri, agar lebih mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Prinsip berlomba-lomba dalam kebaikan yang mengacu pada landasan norma-norma agama,” ucapnya. (SN)***


Sekilas Info

NASIB BANTEN DI TAHUN ANJING TANAH

Dalam tradisi Tionghoa ada satu kepercayaan yang memprediksi kondisi  satu tahun yang akan berjalan, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *