Pemprov Banten Siapkan Bonus bagi Atlet Banten Yang Berlaga di Asian Games 2018

SERANG, (KB).- Pemprov Banten siapkan bonus berupa uang sebagai bentuk apresiasi terhadap atlet Banten yang berlaga di Asian Games 2018. Rencananya, bonus itu akan diberikan Gubernur Banten Wahidin Halim di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi (KP3B), Rabu (5/9/2018).

“Kami sudah menjadwalkan untuk mengundang atlet Banten yang membela Indonesia di Asian Games di pendopo sekaligus pemberian reward oleh Pak Gubernur,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Provinsi Banten, Deden Apriandhi saat dihubungi Kabar Banten, Senin (3/9/2018).

Ia mengatakan, besaran bonus yang diberikan kepada atlet Banten bervariasi. Untuk peraih medali emas diberikan bonus senilai Rp 150 juta, perak Rp 100 juta dan perunggu Rp 50 juta. Bonus uang juga diberikan kepada atlet Banten yang tidak meraih medali.

“Yang tidak mendapat medali juga mendapat uang pembinaan sebesar Rp 10 juta plus pengurus cabang olah raganya (cabor). Ada tiga cabor yakni panjat tebing, paralayang dan dayung,” kata Deden.

Ia menjelaskan, pemberian bonus terhadap atlet tersebut telah sesuai dengan mekanisme yang ada. Sebab, pemberian bonus bagi atlet sudah ada regulasi dan tidak boleh melebihi bonus dari pusat. “Bonus daerah itu (pemerintah daerah) tidak boleh melebihi dari bonus yang diberikan pemerintah pusat,” ucap Deden.

Ia menjelaskan, ada 21 atlet Banten yang berlaga di Asian Games. Mereka mewakili Indonesia untuk mengikuti beragam cabor mulai dari atletik, dayung, panahan, gulat, softball, layar laser radial, berkuda jumping, sepak bola wanita, menembak, panjat tebing dan cabor lainnya.

Dari 21 atlet Banten yang masuk pelatnas Asian Games, sebanyak 6 keping medali berhasil dipersembahkan untuk Indonesia. Rincian 6 keping medali tersebut terdiri dari 2 keping medali emas yang dipersembahkan oleh Aris Apriansyah dari cabor paralayang nomor ketepatan mendarat dan Rajiah Salsabilla dari cabor panjat tebing nomor speed relay beregu.

Sedangkan 2 medali perak disumbangkan oleh M. Fajar dari cabor dayung nomor kano TBR 1.000 meter putra dan Since Lithasova Yom dari 200 meter putri. Untuk perunggu disumbangkan oleh M. Fajar cabor dayung kano TBR 500 meter putra dan Aris Apriansyah cabor paralayang nomor cross country beregu. “Ade enam medali yang disumbangkan untuk Indonesia,” tutur Deden.

Raihan prestasi tersebut, kata Deden, diharapkan dapat memacu semangat atlet Banten untuk dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasinya. Sebab, dalam beberapa tahun ke depan ada event akbar internasional yang akan kembali digelar mulai dari Sea Games 2019 Filipina dan Olimpiade Jepang 2020.

“Masih ada pagelaran internasional ke depan. Saya berharap bagi rekan-rekan atlet yang berprestasi dapat mempertahankan medali emas dan yang belum bisa menyumbangkan medali dapat menyumbangkan medali,” ujar Deden.

Dengan raihan prestasi atlet Banten di kancah internasional tersebut, dia berharap dapat memotivasi bagi pelaku olah raga di Banten terutama anak usia dini. Pemerintah, kata dia, sudah sangat memperhatikan kehidupan atlet sehingga tidak perlu risau akan kesejahteraan hidupnya. “Para atlet yang berprestasi saat ini sudah mendapat penghargaan dari pemerintah daerah dan pusat,” tutur Deden. (FI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here