Pemprov Banten Lepas Saham di BJB

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memutuskan melepas seluruh sahamnya sebesar 5 persen di Bank Jawa Barat Banten (BJB) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BJB yang digelar di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Selasa (11/12/2018). Hasil penjualan saham nantinya akan diinvestasikan ke PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk (Bank Banten).

Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, M Yusuf mengatakan, penawaran saham dari Pemprov Banten mendapatkan respons dari Pemprov Jawa Barat. Provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil ini berminat untuk membelinya. “Adapun prosedur sesuai mekanisme pelepasan saham pada perusahaan Tbk,” ujarnya, Rabu (12/12/2018).

Penawaran resminya akan dilakukan dengan difasilitasi langsung oleh BJB di luar agenda RUPS LB. Rencananya penawaran akan dilakukan secara sekaligus. “Tapi ini (penawaran saham) banyak pemda yang ikut, jadi perlu pendalaman,” tutur mantan Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten ini.

Terkait agenda resmi penawaran saham, ia belum memastikannya. Sebab, penawaran saham harus dipersiapkan secara matang. “Pemprov dan kabupaten/kota (yang berminat membeli saham) harus mengalokasikan dulu dalam APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) nya,” ujarnya.

Kab/kota tolak label Banten dihapus

Selain pelepasan saham, lanjut dia, dalam RUPS LB tersebut Pemprov Banten juga mengusulkan penghapusan nama Banten dari label perusahaan BJB. Mengingat Banten sudah memiliki bank daerah tersendiri yakni Bank Banten. Namun, usulan ini mendapatkan penolakan dari pemilik saham yang hadir termasuk kabupaten/kota di Banten. “Ya (kabupaten/kota menolak), dengan alasan mereka masih menjadi pemegang saham di BJB,” ujarnya.

Terpisah, Ketua harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten, Budi Prajogo menuturkan, penawaran saham pemprov di BJB merupakan salah satu upaya untuk menguatkan Bank Banten. “Dan menginvestasikan (hasil penjualan saham) ke Bank Banten,” ucapnya.

Investasi Pemprov Banten kepada Bank Banten perlu didukung oleh penguatan sumber daya manusia, sistem dan model bisnis di internal Bank Banten itu sendiri. Sehingga investasi ini tidak sia-sia. “Permodalan hal yang paling mendasar,” tuturnya.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku pemegang saham mayoritas mengaku, sejumlah daerah termasuk Pemprov Jabar tertarik untuk membeli saham tersebut. Sebab, dia melihat ada potensi besar di BJB. Tapi pihaknya masih harus membahasnya dulu dengan DPRD sebelum memutuskan untuk membeli saham yang dilepas Banten. (SN)*

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here