Pemprov Banten Fokus Bangun RSJ

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memfokuskan pembangunan rumah sakit jiwa (RSJ) yang berlokasi di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, kepada pembangunan kantor rumah sakit. Saat ini, proyek dari salah satu layanan fasilitas kesehatan tersebut baru tahap pada pematangan lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M Yusuf mengatakan, proyek pembangunan RSJ Banten dipastikan akan dimulai pada 2019. Proses pembangunannya sendiri, kata dia, masih dalam tahap review harga perkiraan sendiri (HPS) nilai proyek pembangunan RSJ.

”Kalau saya inginnya cepat. Tapi kan sekarang saya disuruh buat HPS yang benar. Pokoknya HPS yang benar itu seperti apa? Ya berarti yang wajar. Makanya, saya suruh hitung lagi semuanya oleh tim teknis pembangunan,” kata Yusuf, Ahad (3/2/2019).

Dijelaskan Yusuf, ada beberapa pengerjaan yang akan digarap untuk tahap awal pembangunan di tahun ini. Sejumlah pengerjaan itu di antaranya adalah pematangan lahan hingga pembangunan kantor rumah sakit.

”Tahun ini cut and fill (gali dan uruk) sama pembangunan kantor. Untuk tahap awal saya enggak hafal anggarannya. Pembangunan rumah sakit secara keseluruhan bertahap, sekarang baru untuk kantor, karena kan berproses juga,” ujarnya.

Terkait target operasional, Yusuf belum bisa memastikannya. Ia beralasan, hal itu karena rencana proyek pembangunan rumah sakit tak semudah yang diperkirakan sejak awal. Selain harus membangun sarana dan prasarana, kata dia, ada beberapa hal teknis lainnya yang wajib dipenuhi.

”Saya belum bisa ngomong karena saya baru fokus kepada tahap awal ini. Tidak mudah ternyata membuat rumah sakit, rumit. Kalau orang membayangkan gampang. Rumit rupanya harus beberapa hal. Ada tahap pembangunan, ada tahap (pengadaan) alat kesehatan, ada tahap SDM, ada tahap uji coba juga,” ucapnya.

Meski demikian, Yusuf memastikan pembangunan RSJ akan menjadi fokus Dinkes mengingat kesehatan adalah salah satu program unggulan Pemprov Banten. ”Pelayanan kesehatan itu pekerjaan lama. Ya yang namanya kesehatan semua lini kita siapkan,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun, RSJ Banten di Walantaka akan menempati lahan seluas 9,7 hektare. Selain untuk penanganan pengidap gangguan jiwa, rumah sakit juga akan bisa melayani pecandu narkotika.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, saat ini Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Inspektorat Banten sedang menganalisa terhadap dokumen rencana lelang APBD Banten 2019. “Saat ini tim BPKP dan Inpektorat sedang melakukan review terhadap rencana lelang di OPD masing-masing sebelum dilakukan lelang,” katanya.

Ia menjelaskan, review rencana lelang yang dilakukan BPKP dan Inspektorat tersebut ditujukan terutama untuk lelang fisik seperti infrastruktur. Poin menganalisa salah satunya adalah nilai standar satuan harga (SSH) rencana sebagai antisipasi agar tidak menimbulkan persoalan saat pelaksanaannya nanti. ”Setelah review kita mulai melakukan lelang,” katanya. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here