Pemprov Banten Dukung Pariwisata Kabupaten Serang

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah memberikan penghargaan kepada sejumlah camat saat Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-492 Kabupaten Serang di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Senin (8/10/2018).*

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung pengembangan pariwisata, khususnya di Kabupaten Serang. Sebab, peningkatan kualitas infrastruktur penunjang pariwisata dapat menjadikan potensi kawasan wisata di Kabupaten Serang menjadi destinasi unggulan di Provinsi Banten.

“Pemprov menyadari multiplier effect dari pengembangan pariwisata bagi kesejahteraan masyarakat. Peningkatan infrastruktur pariwisata menjadi program strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata Banten dalam 2 sampai dengan 3 tahun ke depan,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy pada Rapat Paripurna DPRD tentang HUT ke-492 Kabupaten Serang di Serang, Senin (8/10/2018).

Dia berharap, peningkatan kualitas infrastruktur penunjang pariwisata dapat menjadikan potensi kawasan wisata di Kabupaten Serang menjadi destinasi unggulan di Provinsi Banten. Menurut dia, pariwisata telah menjadi kontributor devisa terbesar kedua di atas sektor migas dan setelah industri minyak sawit.

Oleh karena itu, Pemprov Banten mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk bersama-sama pemerintah daerah memajukan industri pariwisata di Provinsi Banten. Pariwisata, lanjut dia, harus dikelola dengan baik agar sektor pariwisata dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan, pada hakikatnya industri pariwisata merupakan pembangkit tenaga kerja. Kualitas SDM industri pariwisata perlu dipersiapkan melalui pendidikan bidang pariwisata melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan industri pariwisata dalam aspek ketenagakerjaan bidang pariwisata.

Perkuat ekonomi perdesaan

Dalam kesempatan itu, Andika yang membacakan sambutan Gubernur Banten, Wahidin Halim mengingatkan Pemkab Serang memperkuat dan mengembangkan ekonomi di perdesaan, mengingat Kabupaten Serang terdiri atas 29 kecamatan dan 326 desa, atau 77,9 persen desa masuk kategori perdesaan dan 22,1 persen perkotaan. “Oleh Karena itu, dibutuhkan konsepsi pengembangan kawasan berbasis ruang yang didesain secara komprehensif untuk pertumbuhan dengan pemerataan khususnya di wilayah perdesaan,” ucapnya.

Menurut Andika, prioritas pembangunan di perdesaan sejalan dengan agenda prioritas pembangunan (Nawacita) pemerintah. Hal itu terdapat pada rencana tujuan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), yaitu membangun Indonesia dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka dari itu, kata Andika, pertumbuhan ekonomi di perdesaan perlu ditingkatkan melalui upaya pembangunan industri desa berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat. Menurut dia, industrialisasi desa merupakan cerminan bagaimana pengelolaan sumber daya di perdesaan dengan mengedepankan prinsip, di antaranya prinsip industri berbasis budaya.

Berikutnya, prinsip peningkatan peranan strategis industri kecil, industri berbasis modal sosial, agroindustri, bioindustri, termasuk pemanfaatan teknologi informasi bagi masyarakat desa sebagai instrumen dalam rantai pasok pada era ekonomi digital. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here