Pemprov Banten Didesak Segera Benahi BGD

SERANG, (KB).- Komisi III DPRD Banten mendesak Pemprov Banten agar segera membenahi PT Banten Global Development (BGD), salah satunya dengan menyelesaikan pengisian posisi komisaris dan direksi. Sebab, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini dinilai berperan penting dalam upaya penyehatan Bank Banten.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Banten Ade Hidayat mengatakan, saat ini Bank Banten masih dianggap kurang optimal. Sehingga Bank Banten masuk dalam pengawasan intensif oleh otoritas jasa keuangan (OJK).

“Jika sudah mencapai bulan Juni, maka posisinya sudah dalam pengawasan khusus selama tiga bulan,” katanya usai rapat koordinasi Komisi III DPRD Banten bersama Bank Banten, di Gedung DPRD Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (28/1/2020).

Menurutnya, Bank Banten membutuhkan penanganan yang serius agar bisa menjalankan bisnisnya secara optimal. Dia mendorong pemprov melakukan langkah penyehatan Bank Banten. Langkah pertama yaitu dengan melakukan pembenahan di BGD terutama pada struktur direksi dan komisaris. Ini penting mengingat BGD merupakan induk perusahaan Bank Banten.

“BGD sendiri kondisinya belum baik, karena direktur utama dan komisarisnya hingga kini masih Plt. Sehingga tidak bisa memutuskan sebuah kebijakan yang konteksnya sangat mendasar, seperti RUPS,” tuturnya.

Cara kedua memberikan penyertaan modal sebagaimana sudah diamanatkan oleh Perda Nomor 5 Tahun 2013. Penyertaan modal ini semestinya dilakukan tanpa ada sedikitpun keraguan. Sebab, Kejagung sendiri sudah memberikan legal opininya yang secara umum tak mempermasalahkan dilakukannya penyertaan modal.

“Jika ada keraguan untuk melakukan penyertaan modal, itu bisa disimpan sementara atau dikembalikan ke kas daerah. Pada intinya Bank Banten bersedia untuk menyimpan dulu uang itu (penyertaan modal) sampai ada kepastian lainnya. Tapi yang jelas adalah yang dibutuhkan Bank Banten itu keseriusan pemprov, ada dana dulu mengalir sehingga yang lainnya mudah masuk,” katanya.

Berdasarkan catatan wartawan, Pemprov Banten sudah beberapa kali menganggarkan penyertaan modal kepada Bank Banten. Akan tetapi, penyertaan modal tersebut tak bisa diserap karena pemprov masih ragu akan terjadi permasalahan hukum.

Selain itu, Ade yang Ketua DPC Partai Gerindra ini mendengar informasi bahwa Bank Banten akan melakukan penerbitan saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue.

“Saya mengapresiasi Bank Banten yang telah bekerja keras melakukan upaya penyehatan,” ucapnya.

Jika penyertaan modal dan right issue sukses dilakukan, bukan tidak mungkin Bank Banten bisa memberikan dividen bagi pendapatan daerah.

“Hitungannya kalau sampai di angka 500 miliar dari pemprov baik lewat penyertaan modal atau right issue, rancangan bisnis ke depannya itu sudah bisa member dividen 4 miliar (rupiah) ke pemprov. Minimal 131 itu masuk saja, mereka bisa untung,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Banten Gembong R Sumedi mengatakan, Bank Banten masih mencari tambahan untuk menutupi kekurangan modal.

“Makanya mereka akan melakukan right issue. Tetapi pelaksanaan right issue ini tentu harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dalam RUPS,” katanya.

Secara umum, kata dia, Komisi III DPRD Banten mendukung Bank Banten menjadi sehat.

“Karena sampai Bank Banten ini kolaps maka dana yang dikeluarkan pemprov akan lebih besar untuk membayar seluruh kerugiannya,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa menuturkan, pihaknya telah menggambarkan langkah yang akan dilakukan dalam pengembangan bisnis.

“Kami menyampaikan update perkembangan, salah satunya terkait right issue. Komisi III menyuport langkah-langkah yang akan kami lakukan,” katanya.

Selain right issue, pemprov juga masih memberikan dukungan terhadap pengembangan Bank Banten. Dia berharap berharap pemprov bisa memberikan penyertaan modal melalui APBD Banten.

“Penyertaan modal ya kami mengharapkan karena 2019 tidak ada, di (APBD) perubahan 2020,” katanya.

Terkait right issue, kata dia, saat ini prosesnya masih berjalannya. Rencananya right issue itu akan menerbitkan saham dengan total nilai Rp 500 miliar.

“Saya pikir peminatnya banyak, kami sudah roadshow di dalam negeri, luar negeri sudah, itu peminatnya banyak,” ucapnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here