Pemprov Banten Carikan Pekerjaan Alternatif bagi Gurandil

TIM patroli dari kepolisian dan TNI saat memberikan garis polisi terhadap tambang yang disinyalir liar di Kabupaten Lebak, Ahad (12/1/2020).*

Pemprov Banten akan mencari alternatif pekerjaan lain bagi warga yang mencari nafkah dengan cara menjadi penambang emas liar atau gurandil di wilayah Kabupaten Lebak. Sehingga, para gurandil tersebut dapat meninggalkan pekerjaannya dan menjalani pekerjaan baru yang tak dilarang.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, penutupan tambang liar di Lebak tak menutup kemungkinan akan membuat hilangnya pekerjaan para gurandil. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi Pemprov Banten.

“Ini persoalan, persoalan kita karena memang mereka memiliki keterampilan di bidang emas yang udah (lama),” ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Sebagai solusinya, pemprov ingin mencarikan mereka pekerjaan alternatif lain. Akan tetapi, mantan Anggota DPR RI ini tak menyebutkan alternatif pekerjaan karena masih dalam tahap perumusan.

“Ya ini yang kita rumuskan, kira-kira kerja apa yang mereka terima. Tapi enggak gampang mengalihkan profesi, biasa (gurandil) bobokin gunung cari emas, sekarang bobokin apa,” ucapnya.

Baca Juga : Pemprov Bentuk Tim Bersama Polda Banten, Penambang Emas Liar Ditertibkan

Informasi yang diterimanya, dalam menjalani pekerjaan sebagai gurandil mereka mendapatkan penghasilan yang lumayan besar. Jika dalam satu kelompok terdapat lima orang, maka masing-masing bisa mendapatkan penghasilan Rp 400.000 per hari.

“Tapi kita lihat juga tingkat mudaratnya, akibatnya kan, seperti misalnya kaya banjir, kemudian kaya orang terkontaminasi merkuri,” ucapnya.

Ia memastikan, pemprov mendukung penuh upaya kepolisian dalam memberantas pertambangan ilegal di wilayah Lebak. Tak hanya itu, dia juga ingin agar pemberantasan dilakukan terhadap peredaran merkuri.

“Ya itu termasuk di dalamnya, diberantas kan toko-toko segala,” ujarnya.

Pasca penyegelan terhadap tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Lebak, kepolisian akan melanjutkan upaya penegakan hukum lain. Penegakan hukum itu tak hanya kepada gurandil melainkan kepada penguasa yang membiayai pertambangan emas ilegal.

“Di proses secara hukum termasuk pengusahanya, karena sekarang diperiksa tidak hanya gurabdilnya tapi yang membiayai udah menjadi catatan polisi,” katanya.

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi menuturkan, pihaknya juga akan mencari solusi untuk memberikan pekerjaan lain kepada warga yang telanjur berprofesi sebagai gurandil. Sehingga yang bersangkutan tetap bisa mempertahankan kelangsungan hidupnya.

“Kita Lebak ini visi kita kan wisata, salah satunya adalah bagaimana untuk mendorong masyarakat kita usaha kecil menengah bisa masuk, sehingga hal-hal yang ilegal bisa ditinggalkan,” ujarnya. (Sutisna)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here