Pemprov Banten Belum Siap Kehilangan Rp 47 M Per Tahun, Divestasi Saham BJB Dibatalkan

SERANG, (KB).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membatalkan divestasi atau penjualan saham milik Bank Jabar Banten (BJB). Sebab, pemprov masih belum siap kehilangan pendapatan dari BJB, yang setiap tahunnya diproyeksikan menyentuh angka Rp 47 miliar.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, keputusan pembatalan divestasi saham dilakukan setelah ada kajian terkait dampak-dampak yang ditimbulkan dari divestasi di BJB. Dengan segala pertimbangan, saham pemprov akan tetap dipertahankan. “Kami tidak mengeluarkan, kami tetap di sana, enggak jadi dijual. Kami memutuskan untuk tidak menarik,” tuturnya.

Pertimbangan utama pembatalan divestasi yaitu pemprov masih membutuhkan pendapatan dari kepemilikan saham di BJB. Pendapatan itu secara rutin masuk ke pendapatan asli daerah (PAD). “Pertimbangan kita masih butuh dengan BJB. Karena tetap menghasilkan. Harapan kita dari sana setahun Rp 47 miliar, keuntungan kita dengan BJB,” katanya.

Pertimbangan lainnya, kata dia, pemprov masih mencermati lebih dalam penggunaan uang hasil penjualan saham. Pemprov ingin memastikan hasil penjualan tersebut diinvestasikan pada usaha yang menguntungkan.

“Pada prinsipnya usaha-usaha yang dilakukan harus menguntungkan. Usaha apa lagi yang bisa menambah PAD. Enggak boleh dalam permendagri (peraturan menteri dalam negeri) menginvestasikan uang daerah itu di usaha yang rugi, harus usaha yang untung. Kalau memang di sana (BJB) menguntungkan kan enggak ditarik dulu,” ucapnya.

Ia menuturkan, Pemprov Banten merupakan salah satu perintis pemegang saham seri A di BJB. Saham seri A sendiri memberikan hak khusus kepada pemegangnya dalam kuorum kehadiran.

“Investasi dulu baru berdiri Provinsi Banten kan belum go publik BJB juga, modal kita dulu Rp 150 miliar. (Harga saham per lembar masih senilai) ratusan karena belum go publik makanya masih sempat beli saham seri A. Kalau sudah go publik enggak boleh lagi beli saham seri A,” tuturnya.

Meski divestasi saham batal dilakukan, pemprov akan tetap berupaya mencari jalan lain untuk menyehatkan Bank Banten. “Artinya, Bank Banten kita lagi sehatkan, ke depan kita (harapkan dari BJB dan Bank Banten) sama-sama menghasilkan PAD,” ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, pembatalan divestasi saham di BJB mutlak kewenangan Pemprov Banten selaku pemegang saham. “Pada prinsipnya kami mendukung strategi pemprov dalam melakukan usaha-usaha pemenuhan modal Bank Banten. Karena memang Bank Banten butuh disuport terkait permodalan,” tuturnya. (SN)*

1 KOMENTAR

  1. Kalo sampe pemprov banten divestasi Dr bank jabar …berarti GOBLOK NA setengah mati…uang berapa Trilyun pun kalo di masukin ke bank banten di bawah kendali fahmi b.MaGaBut dkk yaaa akan habis tak tersisa…direksi minta gaji GEDE tp hasil kerja dibawah si fahmi MaGaBut NOL BESAR !!! He he he

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here