Pemprov Banten Banyak Kekosongan Jabatan, Suwaib Amirudin: Kinerja OPD Bisa Terganggu

Suwaib Amirudin.*

SERANG, (KB).- Akademisi Untirta Suwaib Amirudin menilai, kekosongan jabatan setara Eselon II di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Banten bisa mengganggu kinerja OPD bersangkutan. Sebab, pelaksana tugas yang menempati kekosongan memiliki kewenangan terbatas dibanding pejabat definitif.

Diketahui, kekosongan jabatan setara Eselon II di lingkungan Pemprov Banten akan bertambah. Pejabat yang mengisi posisi tersebut sudah dan akan memasuki purna bakti atau masa pensiun.

Adapun yang akan memasuki masa pensiun yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hadi Suryadi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wahyu Wardhana dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ali Fadillah. Sementara Asisten Daerah (Asda) II Ino S Rawita sudah pindah tugas menjadi pengajar di Untirta.

Di luar itu, ada juga tiga posisi lain yang sebelumnya sudah ditinggalkan dan belum diisi pejabat baru. Rinciannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Asda I. Pemprov sudah melaksanakan lelang yang tahapannya sudah selesai wawancara.

”Satu hari kosong aja mengganggu, karena ada hal-hal yang strategis yang harus diambil,” kata Suwaib saat dihubungi wartawan melalui sambungan seluler, Jumat (13/9/2019).

Masa pensiun memang sudah tidak bisa ditawar. Setiap pejabat memiliki masa kerja masing-masing sebagai diatur dalam undang-undang. ”Sebenarnya kalau usia pensiun itu enggak bisa ditawar,” ujarnya.

Akan tetapi, persoalan tersebut harus mendapat perhatian sekda dan BKD. Keduanya perlu memastikan kekosongan pada jabatan yang ditinggalkan tidak berlangsung lama.

”Sebenarnya pemprov itu harus punya prediksi, kalau misalnya tahun 2019 ada yang pensiun harusnya dari awal sudah harus dibikin persiapan (lelang jabatan),” ucapnya.

Selain mempersiapkan lelang jabatan yang lebih awal, sekda juga perlu melakukan kaderisasi di internal OPD masing-masing. Sehingga, mereka sudah memiliki kesiapan untuk mengisi jabatan di atasnya.

”Itulah perlunya sekda membina ke bawah, sekda dengan BKD betul-betul sinkron. Jadi kepala daerah kan cuma koordinator kan begitu, akan tetapi yang mengetahui di dalam itu sekda dengan BKD nya,” tuturnya.

Siapkan lelang jabatan

Sementara itu, Sekda Banten Al Muktabar menuturkan, pihaknya akan segera mempersiapkan lelang jabatan untuk mengisi jabatan kosong akibat ditinggalkan pensiun. ”Akan segera kita lakukan, jadi itu bagian mungkin perlu kita lihat juga,” katanya.

Ia melihat, kekosongan jabatan setara Eselon II di sejumlah OPD tidak mengganggu kinerja OPD bersangkutan. “Dengan sekarang aja itu jalan semua ya, ada enggak melihat umpanya ada yang tidak jalan gara-gara tidak ada orang, enggak juga. Oleh karenanya, nanti itu (lelang jabatan) akan segera kita lakukan,” tuturnya. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here