Pemohon SIM Harus Jalani Tes Psikologi

SERANG, (KB).- Kepolisian Daerah (Polda Banten) mulai menerapkan syarat tes psikologi bagi pemohon surat izin mengemudi (SIM). Hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM.

“Dalam aturan disebutkan dalam penerbitan SIM harus memenuhi persyaratan kesehatan. Kesehatan itu dibagi menjadi kesehatan jasmani dan rohani. Yang kami sampaikan hari ini, adalah kesehatan rohani,” kata Kasi SIM Subdit Regiden Ditlantas Polda Banten, Kompol Kamarul Wahyudi saat konferensi pers di salah satu rumah makan Kota Serang, Rabu (14/11/2018).

Uji coba sudah mulai dilaksanakan sejak Sabtu (22/9/2018) lalu dengan melibatkan pihak ketiga yang akan melaksanakan psikotes, yakni PT Inspire Global. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas. ”Harapannya kami bisa menurunkan angka kecelakaan. Terutama yang dapat mengakibatkan korban fatalitas,” tuturnya.

Ia menuturkan, tes psikologi tersebut, meliputi enam poin, yakni kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi, dan ketahanan kerja. “Sudah yang ketiga ini. Pertama Lampung, kemudian Kaltim,” ucapnya.

Kepala Divisi PT Inspire Global, Kristianto mengatakan, ada sebanyak 24 soal psikologi bagi pembuat SIM dan 18 soal untuk perpanjangan SIM dengan waktu yang diberikan selama 15 menit. “Setiap pemohon itu akan mengikuti psikotes yang sudah kami siapkan melalui computer assisted test (CAT),” ujarnya.

Bagi yang tidak lulus pada percobaan pertama, bisa melakukan remedial (tes ulang) hingga berhasil dengan bimbingan dari pegawai yang mendampingi. Soal yang disiapkan bersifat random dan setiap dua bulan sekali dilakukan pembaruan. Untuk mengikuti tes psikologi, warga dikenakan biaya sebesar Rp 100.000. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here