Pemkot Tangsel Akui PSBB Belum Berhasil

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengatakan, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah sepekan lebih belum berhasil. Sebab, angka kasus Covid-19 masih terus bertambah. Hal tersebut, ditegaskan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Selasa (28/4/2020).

Menurut data terkini yang diperbarui Satuan Gugus Tugas Covid-19 melalui laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id per 27 April 2020, peningkatan jumlah kasus terjadi pada kasus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Adapun, peningkatan tersebut terjadi sebanyak tujuh kasus pada kasus ODP, sehingga kini berjumlah 960 kasus (267 orang sembuh dan 693 masih dipantau).

Sementara, peningkatan pada kasus PDP, meningkat sebanyak delapan kasus, sehingga jumlah kasus PDP kini mencapai 381 kasus (25 orang sembuh, 302 masih dirawat, dan 54 orang meninggal).

Sementara, untuk kasus positif masih bertahan dalam jumlah sebanyak 86 kasus (15 sembuh, 53 masih dirawat, dan 18 meninggal dunia).

“Jika diukur dari angka penderita ODP dan PDP yang angkanya cenderung naik, ya belum sepenuhnya PSBB ini memberikan hasil,” katanya saat dihubungi awak media.

Menurut dia, jika hasil pelaksanaan PSBB masih seperti ini, maka kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona akan diperpanjang.

“Kami masih ada waktu ya, hari Sabtu/Ahad depan sampai tanggal 1 Mei. Kalau angkanya (masih) seperti ini, kecenderungannya walaupun tidak besar, tapi ada kenaikan, ya PSBB diperpanjang,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk mendisiplinkan masyarakat, maka pilihan penegakan hukum akan lebih diperketat.

“Yang kedua, penegakan hukumnya harus lebih, sanksi sosialnya bisa lebih ketat lagi. Kami kan (selama ini) hanya menerapkan sanksi sosial. Jadi, (nanti) ada peningkatan sanksinya. Kalau mereka sebelumnya hanya diberi teguran,” ucap orang nomor dua di Kota Tangsel tersebut.

Sanksi tersebut, berupa memberikan sanksi administratif kepada masyarakat yang melanggar ketentuan PSBB tersebut.

“Ya kan ini hanya pembatasan, pembatasan juga sosial, tidak diikat dengan hukum positif ya hukum pidana, makanya sanksinya administratif sesuai dengan perwal itu,” tuturnya.

Sementara itu, tambah dia, menurut pantauannya, saat ini sudah mulai banyak masyarakat yang patuh terkait peraturan PSBB tersebut. Meskipun, masih ada saja sejumlah masyarakat yang belum mengindahkan peraturan tersebut.

Sudah banyak masyarakat yang mulai sadar memakai untuk masker, menjaga jarak, dan menurunnya volume kendaraan di jalan raya.

“Kalau dilihat dari itu, PSBB di Tangsel memberikan hasil yang baik. Meski, masih ada pelanggarannya, seperti bergerombol lebih dari lima orang, dan anjuran diam di rumah belum maksimal,” katanya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here