Senin, 17 Desember 2018

Pemkot Tangerang Gratiskan PBB dan BPHTB Waris

TANGERANG, (KB).- Badan Pendapatan Daerah (BPD) Kota Tangerang menggelar sosialisasi tentang pajak bumi dan bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) kepada seluruh pengurus rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) se-Kota Tangerang.

Sosialisasi yang diselenggarakan di Ruang Al-Amanah, Lantai 5 Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang tersebut, dalam rangka pemberitahuan kepada masyarakat, bahwa PBB yang di bawah Rp 100.000 dan juga terkait BPHTB waris akan digratiskan oleh Pemerintah Kota Tangerang.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Sekban BPD), M Arifin mengatakan, penggratisan tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2018 tentang perubahan ke-2 atas Perda Nomor 7 Tahun 2011 tetang Pajak Daerah dan juga Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 55 Tahun 2018 tentang perubahan ke-4 atas Perwal Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengelolaan PBB, serta Perwal Nomor 56 Tahun 2018 tentang perubahan ke-3 Perwal Nomor 57 Tahun 2014 tentang BPHTB.

“Di mana pada peraturan daerah (perda) tersebut, telah resmi ditetapkan sejak Kamis (28/6/2018) dan masyarakat sudah tidak lagi harus membayar PBB di bawah Rp 100.000 dan BPHTB waris,” katanya. Meski demikian, dengan adanya penggratisan tersebut, menurut dia, akan ada pengurangan pendapatan asli daerah (PAD) dengan kisaran angka yang mencapai Rp 4,9 miliar.

Dengan adanya pengurangan PAD tersebut, BPD juga sudah mempunyai solusi untuk menutupi anggaran yang di kisarkan mencapai Rp 4,9 miliar tersebut. “Jadi, yang individual itu, terhadap bangunan-bangunan yang besar-besar, seperti pabrik, apartemen, dan mal itu kami nilai sudah bisa menutupi anggaran yang Rp 4,9 miliar itu jadi tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Begitu juga mengenai penghapusan BPHTB waris, BPHTB waris tersebut, juga tidak terlalu signifikan. Karena, umumnya di Kota Tangerang tidak terbagi habis, karena waris tersebut, biasanya warisan dari zaman dahulu. “Nah, dengan adanya penghapusan BPHTB waris itu akan memudahkan balik nama dan nantinya ada multitayer dan efeknya itu jika mereka sudah balik nama, nantinya mereka akan bayar jika sudah punya pribadi,” ucapnya.

Terkait penghapusan dan penggratisan PBB di bawah Rp 100.000 dan BPHTB waris Pemerintah Kota Tangerang mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Asti Widianingsih misalnya, Ketua RW 04, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengapresiasi program tersebut. “Saya mendukung banget PBB yang di bawah Rp 100.000 bisa bebas dari pajak,” tuturnya.

Ia berharap, PBB yang di atas Rp 100.000 juga dapat dikurangi 50 persen dalam pembayaran. Karena, menurut dia, harus yang di bawah sudah digratiskan jadi harus diimbangkan. “Semoga usulan saya ini dapat diterima Pemerintah Kota Tangerang,” katanya. (DA)*


Sekilas Info

Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Berat, Puluhan Truk Tronton di Legok Ditilang

TANGERANG, (KB).- Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan tindakan penegakan hukum terhadap diberlakukannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *