Pemkot Serang Masih Kurang 2.900 ASN

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang membutuhkan sebanyak 2.900 aparatur sipil negara (ASN) untuk memenuhi formasi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Hal tersebut berdasarkan Analisa Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) Pemkot Serang. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Yoyo Wicahyono, Senin (18/3/2019).

Ia mengatakan, untuk mengisi kekurangan posisi ASN di Lingkungan Pemkot Serang sangatlah jauh. Sebab, tidak semua OPD mendapat formasi, ditambah lagi formasi tersebut ditentukan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) dan Reformasi Birokrasi.

“Masih jauh dari kebutuhan. Dilihat dari anjab ABK saja kami masih kekurangan. Kalau semua OPD ingin terpenuhi, kami tentunya membutuhkan 2.900 orang, sedangkan yang baru terima SK (surat keputusan) 151 CASN,” katanya.

Sebelumnya, dari kuota CASN yang dibuka sebanyak 319 formasi, hanya 184 orang yang mendaftar. Kemudian, yang lolos dan memenuhi persyaratan hanya 151 CASN. “Baru diserahkan tadi (kemarin) dan sudah mulai aktif bekerja per hari ini. Tinggal nunggu arahan dari OPD masing-masing saja,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dengan kondisi kekurangan ASN, beberapa OPD, seperti Satuan Tugas Pamong Praja (Satpol PP), petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Dinas Perhubungan (Dishub) lebih banyak tenaga pekerja harian lepas (PHL).

“Jadi non-ASN semua, sedangkan Satpol PP dan Dishub itu seharusnya jabatan fungsional. Tapi, karena memang tidak ada, ya mereka lebih banyak tenaga PHL-nya,” ucapnya.

Sementara, terkait pengumuman seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dia menuturkan, masih menunggu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Kami sudah sampaikan hasil tesnya dan yang lolos passing grade. Jadi, kami masih menunggu pengumumannya,” tuturnya.

Sementara, untuk formasi PPPK ada tiga posisi yang kosong. “Total PPPK ada 121 peserta, itu terdiri dari 117 tenaga pendidik dan 4 tenaga penyuluh pertanian. Namun, untuk tenaga kesehatan tidak ada satu pun yang mendaftar untuk posisi tersebut. Padahal, masih ada tiga lagi, tapi entah kenapa enggak ada yang mau,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here