Pemkot Serang Harus Tegas Tutup Peternakan Ayam

Komisi I DPRD Kota Serang menyatakan bahwa pada tahun 2020 ini usaha peternakan ayam dilarang di seluruh wilayah Kota Serang. Oleh karena itu, Pemkot Serang harus bertindak tegas dalam menutup usaha tersebut.

Sekretaris komisi I DPRD Kota Serang Khaeroni mengatakan, seluruh usaha peternakan yang ada di Kota Serang tidak memiliki izin. Namun, pemerintah tetap haru memberikan waktu supaya para pengusaha memindahkan lokasi usahanya.

“Di seluruh wilayah Kota Serang peternakan dilarang, apalagi seluruh peternakan di Kota Serang tanpa izin. Kalau sekarang masih ada memang harus ditindak, harus ditutup,” kata Khaeroni, Jumat (17/1/2020).

Tidak diperbolehkannya peternakan ayam di Kota Serang, ucap dia, sesuai dengan hasil revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang yang baru. Saat ini, terdapat sekitar 136 peternakan di Kota Serang.

“Peternakan itu yang punya kebanyakan orang Jakarta, tapi pemberdayaan warga sekitar ada disitu, sampai satu peternakan itu yang bekerja mencapai 50 orang,” ucapnya.

Atas dasar banyaknya warga yang diberdayakan, ujar dia, maka pihaknya dari legislatif meminta pengusaha menutup sendiri usaha peternakannya. Jika ditutup secara tiba-tiba, yang akan terdampak adalah warga Kota Serang yang diberdayakan di peternakan.

“Kasihan sama dia juga warga Kota Serang,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan dibeberapa kelurahan di Kecamatan Taktakan, masih terdapat banyak peternakan ayam. Menanggapi itu, Camat Taktakan Farach Richi mengatakan, untuk peternakan ayam skala besar di Taktakan tidak ada perpanjangan izin. Sehingga, saat izinnya habis, mereka harus menutup usaha peternakannya.

“Izin yang sudah keluar tidak diperpanjang, tapi rata-rata sudah ditutup dan hampir 60 persen sudah gak beroperasi,” katanya.

Ia sendiri belum mempelajari RTRW yang baru terkait zonasi peternakan. Namun, yang ia ketahui wilayah Taktakan menjadi lokasi serapan air dan beberapa titik menjadi pemukiman (perumahan).

“Kemarin hanya bicara luasan wilayah yang digunakan pemukiman, Taktakan hanya ada penambahan wilayah sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kuranji Dade Saatudin mengatakan, pihaknya tidak memberikan izin peternakan ayam. Karena, secara aturan sudah tidak diperbolehkan.

“(Yang ada) Itu sudah menjelang bangkrut, sebetulnya kan secara izin sudah gak boleh,” kata dia.

Sosialisasi kepada warga terkait tidak diperbolehkannya peternakan ayam, ujar dia, sudah sering dilakukan. Terlebih saat ada event antara warga dan kelurahan.

“Sosialisasi setiap event kami sampaikan,” ujarnya. (Masykur Ridho)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here