Pemkot Serang Diminta Putuskan Kontrak Pengelola Pasar Induk Rau

Pasar Induk Rau.*

SERANG, (KB).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk memutuskan kontrak terhadap pengelola Pasar Induk Rau, PT Pesona Banten Persada.

Sebab, dinilai banyak permasalahan dan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak ketiga, sehingga perlu adanya evaluasi dan sejumlah perbaikan manajemen.

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujianto mengatakan, Pemkot Serang harus segera memutuskan kontrak kerja sama, dengan PT Pesona Banten Persada selaku pihak ketiga atau pengelola PIR.

“Karena sudah banyak pelanggaran yang dilakukan. Saya katakan, putuskan kontrak dengan PT Pesona Banten Persada,” katanya, Jumat (6/12/2019).

Selain itu, Politikus Partai Nasdem tersebut mengatakan, persoalan uji kelayakan gedung PIR, juga hingga saat ini belum menemukan solusi yang tepat. Oleh karena itu, dia meminta Pemkot Serang untuk memperbaiki gedung Pasar Induk Rau.

Selain kondisinya yang mengalami kerusakan pada beberapa bagian tembok, gedung PIR juga dianggap sudah cukup tua, sehingga perlu dilakukan uji kelayakan dan perbaikan, agar tidak membahayakan pedagang, juga pengunjung di sana.

“Harus ada keterangan secara ilmiah, jangan mendahului Tuhan, dengan mengatakan gedung itu aman tanpa ada uji kelayakan. Pasar Rau itu betul-betul harus segera direnovasi, diperbaiki dan saya katakan sekali lagi, Pasar Rau harus diambil alih oleh pemerintah daerah. Ini sesuai dengan Perda BUMD dan harus segera diambil alih untuk dilakukan perbaikan dan evaluasi atas hal-hal yang telah terjadi. Di sana (PIR) itu banyak pelanggaran dan persoalan yang perlu dievaluasi,” ujarnya.

Pihaknya meminta, agar Pemkot Serang segera melakukan dan mengeluarkan hasil dari uji kelayakan tersebut.

“Tapi, perlu saya tegaskan, pemkot jangan asal bunyi. Mengatakan layak, namun pada kenyataannya, justru berbalik. Bila nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apakah pemkot akan bertanggung jawab,” ucapnya.

Baca Juga : Pedagang Tolak Pemindahan Pasar Induk Rau

Ia menuturkan, Pemkot Serang harus tegas dalam melakukan penindakan terkait pemindahan PKL yang berada di bahu jalan dan di trotoar. Sebab, sudah jelas, bahwa mereka melanggar aturan dan harus ditertibkan, namun tentu perlu ada solusi untuk itu.

“Artinya, kami menyarankan kepada Pemkot Serang hasil dari sidak kami, pemantauan kami di lapangan, agar ditindaklanjuti. Kami pun berharap kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang selaku kepala daerah, untuk segera melakukan eksekusi terhadap para pedagang yang melanggar,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, sudah memprogramkan terkait pemindahan PKL di Pasar Rau. Termasuk uji kelayakan bangunan yang perlu dilakukan oleh pengelola.

“Tentu kami juga khawatir, ketika kami memindahkan pedagang ke dalam gedung dan bangunannya tidak mampu menampung ratusan pedagang. Jangan sampai nanti ambruk, karena itu juga menjadi tanggung jawab kami, Pemkot Serang,” katanya.

Namun, ujar dia, pihaknya terkendala dengan konstruksi awal bangunan yang hingga saat ini belum ditemukan, sehingga belum bisa memastikan bagaimana kelayakan gedung PIR tersebut.

“Jadi, kami bukannya tidak ingin menertibkan (PKL), hanya saja kami membutuhkan solusi. Jangan sampai pedagang ditertibkan, tapi tidak ada solusi. Konstruksi awal bangunan ini belum ditemukan,” ucapnya.

Pada bulan ini, Pemkot Serang juga akan mengundang kembali pihak pengelola PIR, untuk membahas uji kelayakan gedung bangunan. Kemudian, kesiapan dari pengelola sudah untuk merelokasi para pedagang.

“Kami juga ingin menanyakan kesiapan pihak ketiga (PT Pesona Banten Persada) terkait relokasi ini. Semoga pengelola pasar sudah siap, jadi kami hanya mendorong saja,” tuturnya.

Uji kelayakan bangunan gedung juga, kata dia, saat ini sedang berjalan. Namun, tim analisa kesulitan untuk melihat konstruksi awal pembangunan yang belum ditemukan sampai saat ini.

“Sudah berjalan, namun tim analisa ini kesulitan untuk konstruksi awalnya. Dari pengelola yang lama itu belum dikasih. Jadi, belum bisa dilanjutkan,” katanya.

Sebelumnya, antara Pemkot Serang, pengelola PIR, dan PKL, serta masyarakat telah menyepakati terkait pemindahan pedagang. Namun, jika sampai akhir tahun ini belum juga menemukan solusi yang baik. Pemkot akan kembali melakukan pemanggilan terhadap pengelola beserta semua unsur yang terlibat.

“Nanti kami akan mengundang kembali, baik pihak ketiga pengelola pasar, pengurus PKL, dan unsur lainnya yang terlibat, agar nanti bersama-sama menemukan solusi yang baik tanpa merugikan pihak manapun. Tapi, semuanya juga bergantung pada kesiapan pihak ketiga untuk pemindahan atau relokasi ini. Jangan sampai nanti ada gejolak lagi,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here