Rabu, 16 Januari 2019

Pemkot Cilegon Percepat ”Smart City”

CILEGON, (KB).- Konsep penerapan smart city dinilai dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan perkotaan yang berkembang sangat pesat, terlebih di wilayah-wilayah yang secara geografis memiliki posisi yang sangat strategis. Pengembangan implementasi Cilegon Smart City memasuki tahapan selanjutnya yang difokuskan pada penerapan sistem pemantauan terintegrasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Seksi Pelayanan e-Government pada Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik Kota Cilegon, Adi Tri Prasetyo mengatakan, pada 2018, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik Kota Cilegon telah menetapkan quick wins implementasi Cilegon Smart City, yakni integrasi aplikasi, penerapan aplikasi pelaporan online masyarakat (aplikasi QLUE Smart City), dan penggunaan nomor panggilan darurat 112.

“Selain itu, juga telah dilakukan integrasi beberapa akses CCTV yang telah ada di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, di antaranya CCTV pada lokasi Landmark Kota Cilegon dan CCTV pada lokasi Alun-alun Kota Cilegon serta CCTV pada kelurahan yang telah didorong melalui Program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW Kelurahan). Saat ini tools aplikasi monitoring telah dapat diakses di ruangan mini command center pada Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik Kota Cilegon,” katanya kepada Kabar Banten, Rabu (9/1/2019).

Ia menuturkan, pada 2019 Pemerintah Kota Cilegon menggandeng unsur akademisi dalam mendukung implementasi Cilegon Smart City. Saat ini, ujar dia, kerja sama dilakukan dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Hal tersebut, dilakukan sebagai salah satu strategi dalam percepatan implementasi Cilegon Smart City yang telah diamanatkan dalam RPJMD Kota Cilegon 2016-2020. “Di mana bentuk implementasi smart city ini termaktub dalam Agenda Kelima Cilegon Berwibawa. Selain Untirta, ke depan akan banyak perguruan tinggi yang kami jalin kerja sama,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap pemanfaatan Internet of Things yang difokuskan pada pemanfaatan sensor banjir. Terlebih, tutur dia, kondisi geografis Kota Cilegon saat ini berpotensi terhadap terjadinya bencana banjir di beberapa wilayah.

“Percepatan implementasi Internet of Things tersebut, diharapkan akan membawa dampak positif dalam mengatasi permasalahan perkotaan di Kota Cilegon dan diharapkan mampu menjadi quick wins implementasi Cilegon Smart City pada 2019, sambil secara teknis paralel dilakukan evaluasi dan optimalisasi implementasi Cilegon Smart City pada 2018,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik Kota Cilegon, Ahmad Jubaedi mengatakan, upaya pencapaian Cilegon Smart City tentunya akan melibatkan seluruh stakeholder, sehingga perlu adanya sinergitas dan berkesinambungan.

“Implementasi Program Cilegon Smart City telah menjadi prioritas Pemerintah Kota Cilegon, sehingga perlu adanya perencanaan yang matang. Keterlibatan masyarakat turut menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pencapaian Cilegon Smart City,” ujarnya. (HS)*


Sekilas Info

Berada Di Dekat “Ring Of Fire”, Kota Cilegon Harus Bersiap

CILEGON, (KB).- Masyarakat Kota Cilegon diminta untuk siap menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *