Kamis, 24 Mei 2018

Pemkot Cilegon Kesulitan Patenkan Produk Asli Daerah

CILEGON, (KB).- Pemkot Kesulitan untuk memtenkan produk asli Cilegon.Padahal, tutur dia, produk yang dihasilkan daerahnya cukup banyak, sehingga hasil karya yang dilakukan oleh putra daerah tidak berkembang.  Hal itu dikatakan Edi seusai membuka acara Sosialisasi Peraturan Kelitbangan dan Inovasi Daerah dan Konsultasi Publik Penentuan Tema Sistem Inovasi Daerah (SIDa) di Aula Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Selasa (07/11/2017).

Ia mengatakan, tekhnologi tepat guna yang dilakukan oleh masyarakat Cilegon sangat banyak seperti alat pertanian, bikin roti, pengupil jagung,kacang yang kaitannya dengan UKM. Untuk lebih terarah untuk menelurkan kebijakan PP 23 disosialisasi,” katanya. Pihaknya sudah meminta kepada stakeholder agar produk putra daerah di patenkan sehingga bisa menjadi kebanggan masyarakat cilegon, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Pelta).

Plt Wali Kota Cilegon menyayangkan banyaknya produk putra daerah cilegon yang meraih juara dalam berbagai perlombaan tekhnologi tepat guna tidak dapat dikembangkan,dan hanya mandeg serta stagnan, untuk itu dirinya akan mencoba melakukan komunikasi dengan OPD terkait. “Nanti kami coba komunikasi dan ini ada wadahnya dalam kebijakannya ada, dan kalau sudah dipatenkan enak,tidak ditiru oleh daerah lain. Ada pemesanan banyak produk tersebut tapi tidak punya uang,jadi masalah juga,” tuturnya.

Sementara itu Kasi Tekhnologi Tepat Guna pada Dinsos Cilegon Dein Ras mengatakan, kesulitan mematankan hasil karya putra cilegon itu ada pada birokrasi pada kementrian itu.Padahal segala sesuatunya sudah kami siapkan. “Berkas dan dokumen serta proposal sudah kami kasihkan dan kami coba banyak lika-likunya.Apa yang disampaikan oleh tim dari Kemenkumham prakteknya susah dan bukan Cilegon saja,semua daerah susah,”ucap Dein.

Menurut dia, setiap tahun Cilegon selalu membuat karya atau produk yang memang tidak ada didaerah lain. Bahkan keikutsertaan kami dalam lomba TTG sampai dengan saat ini sudah 12 produk yang berhasil meraih prestasi. “Jumlahnya mencapai puluhan, dan yang terakhir adalah alat pengukur kesegaran ikan. Jenisnya seperti thermometer,kalau ikan ini di ukur dan angkanya diatas 60, maka ikan ini dikategorikan segar dan karya tersebut dihasilkan oleh mahasiswa Untirta.” ujarnya. Dalam TTG ini, kata dia, walaupun tidak dipatenkan,alat ini bias dihibahkan dan kalaupun dipakai,maka sipembuat sudah sangat senang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengatakan, kegiatan tersebut berdasarkan amanat peraturan Pemerintah sehingga mendorong Kota Cilegon untuk melakukan percepatan dalam melaksanakan apa yang diamanatkan itu.

Peraturan Pemerintah tersebut, menurut dia, tentunya mendorong daerah untuk lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi dinamika percepatan pembangunan, dan BAPPEDA ini tentunya dapat dijadikan wadah untuk membantu kepala daerah dalam mengambil suatu keputusan kebijakan untuk menumbuhkembangkan inovasi-inovasi daerah sebagai slah satu lokomotif pembangunan ekonomi nasional.

Kegiatan yang mengangkat tema “Percepatan inovasi dalam mendukung pencapaian daya saing dan kemandirian daerah sebagai lokomotiv pembangunan nasional” ini menghadirkan narasumber Direktur Pusat Inovasi Daerah, Ir. Atang Sulaeman, kemudian Direktur Sistem Inovasi Kemenristek DIKTI, Ir. Ophirtus Sumule, dan dari Kabid. SDM Pusat Litbang Inovasi Kemendagri, Dr. Teguh Narutomo.(HS)***


Sekilas Info

Antisipasi Kemacetan di Pelabuhan Merak, Kemenhub Berencana Beri Diskon Pemudik Siang

CILEGON, (KB).- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana memberikan diskon bagi pengendara yang menyeberang Pelabuhan Merak pada siang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *