Senin, 20 Agustus 2018

Pemkot Cilegon Ajukan Kuota CASN 700 Orang

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan membuka lowongan penerimaan calon aparatur sipil negara (CASN) di 2018. Sehubungan itu, Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kota Cilegon telah mangajukan usulan untuk penerimaan CASN ke Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dalam usulan tersebut, Pemkot Cilegon meminta kuota penerimaan CASN 700 orang.

“Persoalan nanti Cilegon dikasih berapa, itu adalah hak preogratif Kemenpan-RB, akan tetapi syarat untuk mendukung semua itu telah kami lakukan,” kata Kepala BKPP Kota Cilegon, Mahmudin, Jumat (10/8/2018). Ia menuturkan, jauh-jauh hari sebelumnya sudah kami komunikasikan dengan pemerintah pusat. Meski demikian, dia mengatakan, belum mengetahui kapan lowongan penerimaan CASN akan dibuka. “Mudah-mudahan secepatnya diumumkan dan Cilegon mendapat kuota yang sesuai dengan pengajuan,” ujarnya.

Menurut dia, kuota besar meupun sedikit, biaya penyelengaraan tesnya tetap mahal, bahkan dia berharap, dari pengajuan 700, sekitar 500 CASN untuk kuota Cilegon dapat terisi. Karena, memang tidak gampang untuk mendapatkan kuota sebesar itu. Karena, Kemenpan-RB juga melakukan sebuah kajian untuk menentukan kuota CASN. “Kebanyakan penerimaan CASN memang untuk guru dan tenaga medis, karena setiap tahun guru banyak yang pensiun.

Anggota Komisi I DPRD Cilegon dari Fraksi Nasdem, Ahmad Effendi berharap, lowongan CASN yang akan dibuka oleh Pemkot Cilegon disosialisasikan seluas-luasnya, agar jangan sampai yang hendak mendaftarkan CASN tidak tahu. “Saya kira memang perlu adanya transparansi dan akuntabel, di mana ada lowongan CASN, BKPP harus segera melakukan sosialisasi, sehingga masyarakat ataupun pegawai honor yang ingin mendaftarkan CASN tahu, sehingga ada persiapan,” ucapnya.

Pria yang akrab dipanggil kang Pendi menambahkan, selain sosialisasi, dinas terkait juga harus bisa melakukan pemetaan terhadap kebutuhan CASN bidang mana saja yang menjadi skala prioritas, sehingga semua yang selama ini menjadi guru honor ataupun non-ASN, bisa mendaftar dengan jumlah kuota yang ada. “Artinya, BKPP harus lebih jeli dalam pemenuhan kebutuhan ASN yang ada di Lingkup Pemkot Cilegon. Jangan sampai tidak ada skala prioritas,” tuturnya. (HS)*


Sekilas Info

15 Anggota Dewan Tidak Hadiri Paripurna, Ketua DPRD Cilegon Sewot

CILEGON, (KB).- Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman Umar sewot atas ketidak hadiran 15 anggota DPRD Cilegon …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *