Pemkot Cilegon Ajukan Kuota 1.200 CASN

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, mengajukan kuota 1.200 calon aparatur sipil negara (CASN) ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenpanRB). Permohonan
kuota calon pegawai tersebut didominasi oleh tenaga medis, paramedis, dan tenaga pengajar. Menurut Kepala BKPP Kota Cilegon Mahmudin, permintaan tambahan pegawai tersebut telah diajukan pihaknya tahun ini. Jumlah tersebut untuk minimal pendidikan D3 hingga S1.

“Jika strata sesuai dengan UU ASN (Undang-Undang Aparatur Sipil Negara)-kan minimal D3, jadi berjenjang dari mulai D3 sampai S1. Kuota yang paling banyak itu untuk tenaga medis, paramedis, dan tenaga pendidikan,” ujarnya, Selasa (30/5/2017). Ia menuturkan, tenaga medis dan paramedis diajukan cukup banyak, karena dipengaruhi dengan rencana Pemkot Cilegon yang ingin membangun dua rumah sakit tipe D. Serta keterbutuhan sejumlah tenaga medis dan paramedis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon. “Rumah sakit butuh banyak, dan rencana rumah sakit yang akan dibangun Pemkot Cilegon yang tipe D. Dari total 1.200, setidaknya 80 persen itu untuk tenaga medis dan pendidikan, sisanya untuk bidang teknis di SKPD,” katanya.

Selain itu, kata Mahmudin, permohonan kuota CASN tersebut menyusul adanya kelembagaan baru, yang mulai diberlakukan awal tahun ini. Sehingga seluruh daerah diwajibkan untuk mengajukan permohonan kuota. Menurut dia, seluruh daerah memang diwajibkan untuk mengajukan, persoalan nanti ada penerimaan atau tidak itu kewenangan ada di Menpan-RB. “Sampai sekarang belum ada respons. Kami memang membutuhkan banyak, yang pensiun banyak, kemarin juga kan ada OPD yang baru jadi beberapa SKPD ada yang melar. Seperti bertambahnya bidang, jadi otomatis wajib nambah pegawai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna mengatakan, untuk satu Rumah Sakit Tipe D dibutuhkan sekitar 80 ketenagaan, sementara Kota Cilegon akan membangun dua rumah sakit tipe D. Belum lagi, kebutuhan tenaga medis dimasing-masing Puskesmas yang ada di Kota Cilegon. “Ya paling 300 kebutuhan tambahan pegawai, itu udah banyak,” katanya. Ia mengatakan, saat ini untuk lebih mengoptimalkan pelayanan pihaknya dibutuhkan minimal terdapat tujuh tenaga kesehatan di masing-masing Puskesmas dan RSUD Tipe D. Terlebih saat ini jumlah dokter umum terus mengalami penurunan, karena banyak yang mengambil spesialis. (H-43)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here