Pemkab Tangerang Salurkan Air Bersih untuk Warga

TANGERANG, (KB).- Menyikapi dampak kemarau akibat sumur dan sumber air setempat mengalami kekeringan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, terus menyalurkan air bersih kepada warganya. Salah satunya di Kecamatan Pakuhaji dan Panongan.

“Setiap warga yang meminta, agar bersih, maka langsung diberikan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Jumat (1/11/2019).

Ia mengatakan, belakangan ini kekeringan melanda Kecamatan Panongan dan Pakuhaji terutama di Desa Ciakar dan di Pakuhaji di Desa Laksana. Menurut dia, pengiriman air bersih menggunakan truk yang sudah dirancang khusus dengan berat 5.000 liter langsung diberikan kepada warga setempat.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan serupa yang belakangan ini telah mencapai 2,5 juta liter. Namun, pengiriman tersebut, tidak hanya di kawasan pesisir, seperti Kecamatan Teluknaga, Kronjo, Kresek, Sukadiri, Kosambi, Gunung Kaler dan Sindang Jaya, tetapi juga di Kecamatan Balaraja, Cikupa, dan Sepatan.

Ia menuturkan, pengiriman air bersih dilakukan oleh aparat Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan PDAM setempat. Ia menambahkan, pengiriman jika ada permintaan dari warga setempat yang sangat membutuhkan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

Meski pada beberapa kecamatan telah turun hujan, tetapi tidak mencukupi persediaan air, karena hanya sebentar dan hanya mampu membasahi halaman serta pertanian penduduk setempat. Bahkan, areal pertanian di Kecamatan Mauk, Sukadiri, Sepatan, dan Kecamatan Rajeg tampak kering, karena sumber air terdekat mengalami penyusutan yang cukup signifikan.

Sementara, pengiriman air bersih tersebut, dapat mengurangi kendala yang dihadapi penduduk setempat, karena air sumur kering. Untuk mengantisipasi, agar kemarau tidak berkepanjangan, maka PDAM setempat berupaya mencari sumber air baku yang selama ini mengandalkan dari Sungai Cisadane.

“Kami berupaya mencari sumber air dengan mengoptimalkan sejumlah situ yang sudah mulai kering dengan cara mengeruk dengan alat berat,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here