Pemkab Tangerang Apresiasi Sekolah Bangun Masjid dari Infak Siswa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengapresiasi pimpinan sekolah yang mampu membangun masjid yang rencananya dapat menampung 1.000 jemaah dari infak siswa dan sumbangan orangtua.

“Ini merupakan tindakan terpuji dari siswa, maka perlu dukungan dari instansi terkait untuk merealisasikannya,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Ahad (19/5/2019).

Ia mengatakan, upaya tersebut, karena para siswa mengalami kendala ketika menjalankan ibadah, sebab musala yang ada tidak mampu menampung anak didik dan guru. Masalah tersebut, juga terkait Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri IV Kabupaten Tangerang membangun masjid di areal sekolah, karena sangat penting bagi siswa dan guru menjalankan ibadah.

Kepala SMK Negeri IV Kabupaten Tangerang Wahid Mursono menuturkan, program membangun masjid sekolah tersebut, merupakan kesepakatan orangtua dan komite sekolah. “Para siswa dengan sukarela menyisihkan uang belanja untuk berinfak membangun masjid, karena kesulitan saat Salat Zuhur di sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan, selain siswa, orangtua juga menyumbang termasuk para guru tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Pihaknya telah meletakkan batu pertama proyek pembangunan yang dikerjakan secara bertahap dan awalnya membuat fondasi masjid yang dinamakan Asyifa Ulul Qolbi.

Menurut dia, membangun masjid itu merupakan tekad dari siswa, karena mereka kesulitan saat salat berjemaah siang hari. Jika masjid tersebut rampung, maka dapat menampung sekitar 1.000 jemaah, karena jumlah siswa mencapai 1.500 orang.

Apalagi Keberadaan pembangunan masjid tersebut, juga mendapatkan dukungan dari warga sekitar, karena jika selesai dapat menunaikan ibadah berjemaah pada rumah ibadah umat Islam tersebut.

Ia menuturkan, tidak ada paksaan dari guru maupun komite sekolah dalam berinfak, tetapi merupakan kesadaran bersama siswa dengan orangtua. Pihaknya tidak dapat menyebutkan total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid tersebut, karena dikerjakan secara bertahap.

“Bila sudah terkumpul uang, maka dikerjakan dan memanggil tukang serta berharap, agar pihak lain yang mau menyumbang,” tuturnya. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here