Pemkab Tangerang Anggarkan Rp 40 Miliar Tangani Covid-19

TANGERANG, (KB).- Status tanggap darurat bencana wabah penyakit corona atau Covid-19, ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang hingga akhir Mei mendatang. Dana sekitar Rp 40 miliar juga disiapkan untuk penanganan musibah tersebut.

Keputusan tersebut, tertuang dalam Keputusan Bupati Tangerang soal wabah corona tersebut, tertuang dalam SK Bupati bernomor 440/ Kep 273/ huk 2020 tertanggal Senin (23/3/2020).

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, berkaitan dengan tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona tersebut, tertuang dalam SK tertanggal Senin (23/3/2020) dan memutuskan empat hal terkait darurat bencana tersebut.

“Pertama, status tanggap darurat bencana wabah penyakit Corona Viruse Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Tangerang terhitung mulai Senin (23/3/2020) hingga Sabtu (23/5/2020),” katanya, Kamis (26/3/2020).

Kemudian, perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah penyakit corona Covid-19 dapat dilakukan apabila situasi masih dalam kondisi rawan dan mengikuti kontinjensi penanggulangan bencana wabah Covid-19 2020.

Biaya yang diperlukan untuk tanggap darurat bencana wabah penyakit Covid-19 tersebut, dibebankan pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menindaklanjuti keputusan bupati tersebut, Ketua Satuan Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Heri Hariyanto menuturkan, sudah ada anggaran sekitar Rp 40 miliar lebih yang telah disiapkan.

“Keperluannya kami fokuskan untuk pemenuhan alat pelindung diri (APD), alat medis, dan nonmedis lainnya yang akan disalurkan ke RSUD milik pemerintah dan juga puluhan puskesmas lainnya,” ujarnya.

Kemudian, alat nonmedis, seperti penambahan untuk penyemprotan disinfektan dan juga pengadaan cairannya, juga akan diposkan dari jumlah Rp 40 miliar lebih tersebut. Namun, besarannya kurang lebih hampir Rp 1 miliar. Jumlah anggaran tersebut, berasal dari beberapa pergeseran anggaran yang sudah dirumuskan, seperti belanja tak terduga, anggaran yang pada masanya tak terpakai.

“Misalnya anggaran perjalanan yang tidak terpakai dari Februari, Maret lalu sampai awal April, digeserkan ke situ,” ucapnya.

Pergeseran anggaran tersebut, diakui dia, sudah mengikuti arahan Provinsi Banten dan juga Pemerintah Pusat, sehingga diharapkan bisa mencukupi penanganan Covid-19 di Kabupaten Tangerang. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here