Kamis, 21 Februari 2019

Pemkab Tangerang Alami Kendala Atasi Guru Honorer

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengalami kendala mengatasi persoalan guru honorer, karena untuk pengangkatan harus ada dasar hukum yang jelas, agar tidak menjadi masalah belakangan nantinya.

“Kami masih menunggu adanya petunjuk pelaksanaan PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K),” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kamis (17/1/2019)

Ia mengatakan, pihaknya sudah mendengar aspirasi para guru honorer dan telah memberikan saran, bahwa ada persoalan serius yang dihadapi.

Dalam pertemuan dengan sejumlah anggota Forum Honorer Ketegori 2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang, bahwa bupati juga sudah menyerap aspirasi para guru tersebut.

Sesuai laporan Dinas Pendidikan setempat terdapat 9.413 guru honorer, tetapi berdasarkan data dari FH2I sebanyak 8.733 orang yang terbaru dari Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Sedangkan, mengenai jumlah guru honorer tersebut, simpang siur dan tidak sinkron dengan data yang diperoleh.
Padahal, dari hasil pertemuan guru honorer dengan DPRD setempat dan hasil kesepakatan dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang terdapat sebanyak 8.622 guru honorer.

Sementara itu, Ketua FHK2I Kabupaten Tangerang Nurjanah menuturkan, ada aspirasi dari guru, bahwa setiap bulan guru honorer mendapatkan kesejahteraan yang layak setara UMR.

Ia mengatakan, aspirasi lainnya, adalah menjadikan surat tugas (ST) untuk persyaratan sertifikat guru honorer sekolah negeri. Bahkan, ada juga aspirasi, agar dapat membayar biaya operasional pendidikan (BOP) yang rekening masih nihil.

“Verifikasi data berdasarkan terhitung mulai tanggal dan kualifikasi akademik untuk menentukan kisaran jumlah BOP yang diterima sesuai masa kerja,” ujarnya.

Pihaknya mengusulkan perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk K-2 tanpa harus mengikuti tes dan jalur khusus untuk honorer yang sudah lama mengabdi. Demikian juga guru honorer menuntut Pemkab Tangerang melakukan pendataan K-2 yang hilang dan meminta kejelasan dari BKPSDM setempat.

Namun, tuntutan berikutnya, adalah meminta kepada pemerintah untuk mencairkan BOP setiap bulan serta memberikan para honorer fasilitas pada BPJS Kesehatan. (DA)*


Sekilas Info

Pasar Anyar Diamuk Sijago Merah

TANGERANG, (KB).-¬†Peristiwa kebakaran terjadi di Pasar Anyar, Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Rabu (20/2/2019). Berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *