Pemkab Serang Terus Usulkan JLA ke Pemprov Banten

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Serang terus mengusulkan pembangunan ruas Jalan Lingkar Anyer (JLA) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Jalan tersebut direncanakan akan dirancang berstandar industri karena akan melewati kawasan industri.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, saat ini rencana proyek JLA sudah diajukan dua kali ke Provinsi Banten. Bahkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah sudah melakukan paparan dihadapan Gubernur Banten Wahidin Halim pada 2018.

Akan tetapi kata dia, sampai saat ini belum ada respon dari pihak provinsi terkait usulan tersebut.

“Kita ajukan lagi supaya jadi proyek provinsi jangan dalam bentuk bankeu (Bantuan keuangan) tapi garap saja sama provinsi,” ujarnya kepada Kabar Banten, Senin (2/12/2019).

Menurut Pandji, lokasi jalan tersebut strategis. Pertama dapat membuka akses industri terisolir kedua membuka akses menuju kawasan wisata pantai Anyer sehingga tak diganggu kemacetan di Kota Cilegon dan Anyer.

Pandji mengatakan, saat ini untuk Detail Engineering Desain (DED) masih belum dibuat. Namun untuk Feasibility Studi (FS) sudah dilakukan.

“Tinggal provinsi maunya gimana DED dari kita boleh, itu kan dua wilayah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Apakah nanti kita dan Cilegon yang bebasin lahannya terus konstruksi dari provinsi apa gimana,” ucapnya.

Pihaknya mengaku siap jika kemudian Kabupaten Serang diberi tugas untuk pembebasan lahan. Sebab kata dia, untuk kebutuhan anggaran pembebasan lahan mati relatif murah dibanding pelebaran jalan.

“Lahan masyarakat itu nanti dibebaskan kita siap. Kalau namanya lahan mati relatif murah yang berat itu pelebaran jalan. Asal jangan turun spekulan,” katanya.

Untuk jalan tersebut, dalam rencananya akan dibuat dengan lebar 40 meter dan dibagi dalam dua jalur. Masing-masing jalur akan memiliki lebar tujuh meter, kemudian ditengah tengah akan ada 26 meter untuk lebar median.

“Ini jalan standar industri karena ini kawasan industri, jadi harus mampu tanggung tonasi tinggi. Kalau nanti volume lalu lintas meningkat maka pelebaran jalan ke median. Jalan awal lebar tujuh meter itu untuk efisiensi biaya. Jadi enggak perlu pembebasan lahan lagi kalau mau pelebaran,” tuturnya.

Jalan tersebut memiliki panjang 11 kilometer. Membentang dari mulai jalan lingkar selatan (JLS) menuju ke Mercusuar Cibaru di Kecamatan Anyer.

“Jadi orang dari Jakarta tidak perlu lewat Cilegon dan Anyer karena macet, dia langsung ke JLS, blingo dan ke cibaru,” ucapnya.

Menurut dia, jika jalan ini tuntas maka akan menghidupkan kawasan industri disekitar. Sebab di lokasi itu terdapat kawasan industri pancapuri dan industri berat lainnya. “Itu bisa hidup kan kawasan industri Kosambi Ronyok,” katanya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here