Pemkab Serang Tambah Penerima Beasiswa D1

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan meningkatkan kuota penerima beasiswa pendidikan jenjang Diploma 1 (D1) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menjadi dua kelas pada 2020. Penambahan dilakukan karena lulusan pendidikan tersebut langsung terserap industri, sehingga dinilai efektif mengurangi pengangguran.

Hal itu terungkap saat Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melepas 38 mahasiswa D1 jurusan Teknik Kimia, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) penerima beasiswa Pemkab Serang tahun 2018 untuk ikut On The Job Training (OJT) di 18 industri, Jumat (8/2/2019).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, penerima beasiswa di Untirta tahun 2018 sebanyak 38 orang. Sedangkan 2020 dirinya berencana meningkatkan jumlahnya menjadi dua kelas.

“Per orang mendapatkan Rp 8 juta. Tahun 2018 itu ada 38 orang, tahun ini kuotanya baru 30 dan saya meminta ke pihak Untirta untuk ditambah jumlahnya jadi dua kelas di 2020, itu khusus dari APBD Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan.

Tatu mengatakan, penambahan kuota dikarenakan ia melihat hasil pendidikan jenjang Diploma 1 cukup baik. Sebab seperti dijelaskan kaprodinya, sekitar 80 persen lulusan D1 tersebut terserap industri yang ada di Banten. “Berarti kan sangat efektif,” ucapnya.

Selain beasiswa di Untirta, ia mengatakan, ada juga beberapa program beasiswa lainnya yakni beasiswa di STIA LAN sebanyak 10 orang, beasiswa Guru PAUD sebanyak 351 orang dan ada juga untuk ke D3 UI.

“Mudah mudahan dari Kabupaten Serang ada yang lolos kesana (UI) karena tahun kemarin tidak terserap, karena enggak ada yang lolos. Selain itu ada juga program kerjasama dari dinas tenaga kerja selama satu tahun di BLK (Balai latihan kerja), tapi itu untuk keahlian listrik dan las,” kata Tatu.

Ia berharap, dengan pemberian beasiswa atau pelatihan bisa meningkatkan SDM di Kabupaten Serang. Dengan demikian setelah mereka memiliki skill, mereka bisa bekerja di manapun.

“Tentu dampaknya mengurangi angka pengangguran. Karena pengangguran di Kabupaten Serang cukup tinggi. Jadi upaya luar biasa harus dilakukan pemda,” ucapnya.

Sementara, Rektor Untirta Profesor Soleh Hidayat mengatakan, 38 mahasiswa yang dilepas kali ini adalah angkatan ke 21. Dimana tahun-tahun sebelumnya pendanaan dari industri, dan kini dimotori oleh Pemkab Serang. Oleh karena itu ia pun berharap dapat menambah jumlah penerimanya agar bisa memperbesa kesempatan. Ini untuk mengurangi pengangguran, ujarnya.

Disinggung soal jaminan bekerja setelah OJT di industri, Ia mengatakan, dari 21 angkatan tersebut, hampir 80 persen mereka sudah terserap di Industri. Meski demikian, mereka yang ikut OJT tersebut diberikan kebebasan untuk bekerja dimana.

“Tapi mereka yang ikut OJT sudah mengetahui kompetensi dan pengalaman mereka. Sehingga akan mudah ketika direkrut lulusan OJT ini,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here