Minggu, 25 Februari 2018

Pemkab Serang Setengah Hati Garap Minapolitan

SERANG,(KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dinilai setengah hati untuk menggarap program unggulan pembentukan kawasan Minapolitan yang bertitik di Kecamatan Pontang, khususnya Desa Domas dan Wanayasa. Sebab sampai saat ini, program yang telah dimulai sejak tahun 2009 tersebut masih belum juga terlihat tindak lanjutnya.

Kepala Desa Domas, Dendi Kurnia Ardiansyah, mengatakan, sampai saat ini kelanjutan dari program tersebut masih belum ada perkembangannya. Menurutnya, pemerintah masih setengah hati atau pun belum maksimal dalam melanjutkan program unggulan tersebut.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang membuat program minapolitan belum berlanjut. Pertama, masalah peningkatan industrialisasi perikanan yang di antaranya mengenai abrasi di wilayah Desa Domas, yang menjadi kawasan inti minapolitan. “Saat ini sudah mencapai sekitar 300 hektar. Abrasi ini sudah melebar, banyak lokasi pertanian perikanan yang habis,” ujarnya kepada Kabar Banten, Jumat (20/10/2017).

Kedua, ujar dia, mengenai masalah pencemaran air. Pencemaran air ini berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciujung lama. Akibatnya, pertumbuhan perikanan menjadi semakin rusak. Biasanya masyarakat bisa panen 3 kali setahun, sekarang frekuensi panen pun menjadi berkurang karena terkena dampak pencemaran. “Ini hanya 2 kali, dan itu pun bagi yang produktif, bagi yang tidak. Ini harus kuat modal,” katanya.

Selanjutnya, ruas-ruas jalan produksi perikanan masih belum ada kelanjutan. Padahal infrastruktur tersebut amat penting perananannya, karena ketika musim penghujan menjadi sulit untuk dilalui. “Terus dari kualitas SDM, karena bagaimana pun kita harus mengikuti perkembangan zaman. Artinya disatu sisi masyarakat kita perlu ada satu pemahaman dan pelatihan secara komprehensif berkelanjutan,” ucapnya.

Menurut Dendi, masyarakat di Domas selama ini sangat bergantung dengan hasil perikanan. Jika lahan atau pun empang sudah punah, dia mempertanyakan kelayakan minapolitan. “Jangan sampai minapolitan hanya sebatas nama,” ucapnya.

Sejak dicanangkannya pada tahun 2014, sempat ada angin segar untuk program minapolitan. Sebab pada tahun 2012-2014, program itu sempat berjalan. Ditandai dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan perikanan dan itu pun dilakukan oleh pemerintah pusat. Sedangkan dari pemerintah kabupaten masih belum ada.

“Makanya saya bilang kabupaten ini setengah hati. Ini kan program kabupaten yang diajukan oleh pusat, tentunya kalau memang program ini berkualitas bisa memberikan kontribusi kepada pemda sudah harus secara maksimal begitu,” katanya. (DN)***


Sekilas Info

Warga Keluhkan Kondisi Gedung Madrasah

SERANG, (KB).- Warga di sejumlah desa di Kabupaten Serang mengeluhkan kondisi bangunan gedung madrasah diniyah yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *