Pemkab Serang Segel Kandang Ayam dan Madrasah

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang resmi menyegel lokasi pembangunan kandang ayam milik perusahaan, warga dan juga madrasah Riyadul Ulum di Desa Seuat Induk, Kecamatan Petir, Jumat (15/2/2019).

Penyegelan tersebut dilakukan langsung oleh Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan DPMPTSP Kabupaten Serang. Hadir pada kesempatan itu Muspika Petir, aparat desa Seuat Induk dan perwakilan perusahaan serta warga sekitar.

Kepala Seksi P3PPNS pada Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Wipi Yuningsih mengatakan, penyegelan berjalan dengan lancar dan kondusif. “Mereka mau disegel dan dibuatkan berita acaranya,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Wipi menjelaskan, ada tiga tempat yang disegel yakni kandang ayam milik perusahaan, milik warga dan madrasah. “Kalau yang punya warga tadi enggak ada orangnya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk madrasah penyegelan tersebut tidak menghentikan aktivitas belajar mengajar siswa. Sebab penyegelan itu sifatnya hanya dalam pengawasan. “itu tidak dihentikan karena itu proses belajar mengajar tapi suruh buat izin juga. KBM tetap jalan, hanya memang tetap terawasi dan dibantu perizinannya,” tuturnya.

Sedangkan untuk perusahaan dihentikan sementara aktivitasnya hingga dokumen perizinannya lengkap. Wipi mengatakan tidak ada tenggat waktu dalam hal ini, semua tergantung dari penyelesaian dokumen perizinannya saja. “Tergantung perizinanya kalau sudah ada (dokumen) diperlihatkan kekurangannya dan akan dibuka segelnya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauannya, di lahan tersebut kini sudah dibangun pondasi, pagar tembok dan juga satu ruangan untuk menaruh genset. Di lokasi juga terdapat satu unit alat berat namun sudah rusak. Sedangkan aktivitas sedang berhenti. “Tadinya mau disegel dan digembok biar enggak keluar masuk kendaraan, tapi ternyata baru ada tembok saja,” ucapnya.

Ia menegaskan, jika setelah disegel masih ada aktivitas maka akan diserahkan kepada pihak kepolisian. “Kalau besok ada (aktivitas), tinggal kepolisian karena kita sudah hentikan sementara. Kita selalu pantau terus, kalau ada (aktivitas) kita kumpul lagi maunya apa, apakah mau dibekukan saja,” tuturnya. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here