Senin, 17 Desember 2018

Pemkab Serang Khawatir Dicap Anti Investasi

SERANG, (KB).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang khawatir Kabupaten Serang dianggap sebagai daerah anti investasi dengan adanya beberapa penolakan terhadap sejumlah rencana investasi di Kabupaten Serang, salah satunya proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) di Kampung Wangun, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang. Oleh karena itu, pemkab akan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait proyek tersebut.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Agus Erwana mengatakan, jika proyek geothermal kembali gagal akan mencitrakan Kabupaten Serang sebagai daerah anti investasi. Sementara, jika proyeknya berhasil dibangun, itu dapat menghilangkan anggapan, bahwa Kabupaten Serang anti investasi. Sebab, penolakan terhadap proyek investasi bukan baru kali ini terjadi, sebelumnya ada penolakan terhadap proyek Danone di Padarincang dan Mayora di Baros.

“Kan itu di Serang semua,” katanya kepada Kabar Banten seusai menggelar pertemuan dengan pihak kementerian, Direktur PT Sintesa Banten Geothermal, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, dan unsur Muspida Kabupaten Serang, di Ruang Rapat Pendopo Bupati Serang, Selasa (20/2/2018).

Menurut dia, adanya penolakan terhadap Danon dan Mayora dikarenakan sistem pengambilan airnya, sedangkan proyek geothermal menurut memaparan pihak perusahaan hanya melakukan sirkulasi, uap panas air jika sudah dingin kembali dimasukkan. “Kedalaman yang diambil itu sampai ribuan meter jadi tidak akan mengganggu air permukaan,” ujarnya.

Namun, ucap dia, dalam pertemuan tersebut, pihaknya sepakat untuk memberikan penjelasan kepada pihak yang belum paham terkait proyek tersebut. “Nanti kalau desa sudah clear kami undang lagi yang lain terus. Kami undang kementerian dan perusahaan dan paparkan lagi sampai kami mengerti bersama-sama,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Eko Palmadi mengatakan, kewenangan panas bumi berada di pemerintah pusat. Oleh karena itu, pihaknya meminta pihak pusat menjelaskan ke daerah terkait panas bumi. Berdasarkan pemaparannya, energi panas bumi kenyataannya tidak ada masalah.

Hal tersebut bisa dilihat juga pada beberapa proyek serupa yang ada di wilayah lain, semisal Jawa Barat, Lampung, dan NTT, di daerah tersebut selama ini tidak ada masalah. “Malah itu yang paling bersih dibanding kalau kami menggunakan pembangkit listrik, seperti di kami ini banyak batubara. Itu sudah ada emisinya, pencemaran, dan sebagainya, tapi kalau panas bumi enggak,” tuturnya. (DN)***


Sekilas Info

Masjid Agung di Alun-alun Barat Kota Serang, DMI: Benahi Sarana Ibadah yang Ada

SERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang disarankan, agar membenahi dan mengembangkan sarana ibadah di Alun-alun Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *